Adat Istiadat Jawa : Sistem Kemasyarakatan Ciptagelar

0 155

Kesatuan terkecil dalam sebuah masyarakat adalah keluarga. Sebuah keluarga di Kasepuhan Ciptagelar terdiri atas bapak, ibu dan anak. Namun demikian ada juga yang tinggal beberapa anggota keluarga lain (saudara). Mereka semua hidup dan makan dalam satu atap atau dikenal dengan istilah sadapur, dan segenap anggota keluarga yang hidup dalam satu rumah (satu atap) serta makan dari satu dapur itu disebut sabondoroyot. Meskipun wewenang dalam menentukan kebijakan rumah tangga ada pada suami-istri sebagai kepala rumah tangga, ‘intervensi’ orang yang paling tua atau orang yang dituakan yang tinggal dalam rumah tangga itu, relatif menentukan.

Dalam hal pernikahan, terdapat kecenderungan melakukan perkawinan dengan sesama warga Kasepuhan Ciptagelar (endogami kelompok sosial). Sebelum melaksanakan upacara perkawinan, orang tua dari kedua mempelai akan meminta restu terlebih dahulu kepada sesepuh girang. Setelah upacara perkawinan, mereka biasanya tinggal pada kerabat istri (uxorilokal/matrilocal) atau tinggal di rumah baru (neolokal). Sistem kekerabatan masyarakat Kasepuhan Ciptagelar adalah bilateral/parental, dengan pengertian bahwa hubungan sanak-saudara ditentukan melalui garis keturunan pihak ayah dan pihak ibu.

Pola untuk menentukan garis keturunan yang tidak membedakan garis ayah maupun garis ibu ini sama dengan yang dianut masyarakat Sunda pada umumnya di Jawa Barat. Hal tersebut dapat dipahami mengingat warga Kasepuhan Ciptagelar termasuk suku Sunda. Selanjutnya, dalam kehidupan.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=475&lang=id
Comments
Loading...