Adat Istiadat Jawa : Ruwatan Kampung Warga Cibedug

0 20

Ruwatan Kampung yang diperingati tiap bulan Rajab dalam kalender Islam. Pada tahun ini, peringatan ruwatan kampung diadakan Sabtu-Minggu (23-24/4/2016) diisi dengan berbagai kegiatan. Diantaranya gejog lesung dan rampak tumpeng dan diakhiri dengan pertunjukan wayang golek. Di awal ritual, puluhan anak berbaju pangsi warna hitam berbaris saling berhadapan di sambil mengangkat padi dan mengayunkannya bergantian. Anak-anak yang lain memainkan kesenian kuda lumping dan pencak silat.

Ketika itu, upacara mapag papayun agung sedang berlangsung. Ritual itu sebagai simbol penyambutan Ais Pangampih, yakni menyambut pejabat atau tokoh masyarakat yakni Ketua DPRD Bandung Barat Aa Umbara Sutisna yang berjalan di tengah-tengah barisan anak-anak. Kepala Desa Cikole Jajang Ruhiyat mengatakan, ruwatan kampung yang mulai digelar sejak awal abad 19 ini dilakukan sebagai bentuk syukur masyarakat kepada Sang Pencipta yang telah memberikan berkah kepada masyarakat Cibedug berupa lahan pertanian yang subur dan air yang berlimpah.

Sekian tahun berlalu, saat ini di Cibedug atau Cikole, bahkan di Lembang sudah tak ada lagi areal persawahan. Tapi begitu, kami tetap mengadakan ruwatan ini karena sudah jadi tradisi nenek moyang kita

kata Jajang. Bahkan dia mengatakan, peradaban di Lembang atau di Kota Bandung dimulai dari Kampung Cibedug ini. Legenda Sangkuriang atau sejarah tentang Bandung Purba ikut menguatkan hal tersebut. Ketika cekungan Bandung.

Source ayobandung.com ayobandung.com/read/20160424/64/9233/syukuran-warga-cibedug-gelar-ruwatan-kampung

Leave A Reply

Your email address will not be published.