Adat Istiadat Jawa : Rumah Kasepuhan Ciptagelar

0 64

Rumah-rumah warga Kasepuhan Ciptagelar menunjukkan adanya kesamaan dengan pola arsitektur Sunda pada umumnya. Adapun bahan-bahan yang digunakan cenderung menggunakan material yang terdapat di sekitar pemukiman, seperti dinding bilik (anyaman bambu), rangka kayu dan atap dari ijuk, rumbia atau tepus. Jenis rumah mereka adalah rumah panggung dengan kolong setinggi kurang lebih 60 sentimeter. Kolong tersebut umumnya ditutup dengan papan.

Adapun bentuk rumahnya rata-rata persegi panjang dengan suhunan panjang (ditambah teritis di bagian depan dan belakang) serta suhunan jure yaitu bentuk atap perisai yang memanjang. Material atap yang banyak dipakai adalah daun tepus, rumbia, atau ijuk. Menggunakan atap genting merupakan hal yang tabu bagi masyarakat Kasepuhan Ciptagelar karena bahan pembuat genting adalah tanah. Seorang informan menuturkan

Kalau belum mati mengapa harus beratapkan tanah

Pada saat dilakukan pendataan, terdapat juga warga yang mengganti material atapnya dengan seng karena alasan faktor ekonomis; harga seng lebih murah dibandingkan harga daun tepus. Lagi pula, seng lebih tahan lama dibandingkan dengan rumbia yang harus diganti setiap 4 tahun. Bentuk dasar yang menjadi pola mayoritas pada rumah masyarakat Kasepuhan Ciptagelar, terbagi atas tiga ruangan, yaitu tepas atau ruang depan, ruang tengah, dan ruang belakang. Tepas adalah ruang tempat menerima tamu dan dianggap sebagai daerah laki-laki walaupun kadang¬kadang wanita juga diperbolehkan.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=475&lang=id
Comments
Loading...