budayajawa.id

Adat Istiadat Jawa : Rosulan Ingkung (Bantul, Yogya)

0 12

Warga menata nasi kenduri berisi ingkung (ayam) saat Rosulan Ingkung di Masjid Ar-Rahman, Dusun Kirobayan, Tirtosari, Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Sabtu (24/6). Tradisi Rosulan Ingkung yang diadakan setiap malam takbiran sejak tahun 1825 tersebut sebagai wujud syukur warga atas berakhirnya bulan suci Ramadan serta sebagai ajang bersilaturahmi warga yang merantau dan kembali ke kampung halaman. Ayam ingkung merupakan salah satu makanan khas orang Jawa daerah Yogyakarta yang juga telah menjadi tren wisata kuliner.

Sebelumnya, ayam ingkung biasanya merupakan sesajen dalam suatu ritual. Ayam ingkung yang disajikan sebagai sesajen mempunyai arti untuk mensucikan orang yang punya hajat maupun orang yang mengikuti hajatan tersebut. Adapun arti ayam ingkung dalam acara Rosulan merupakan simbol permohonan maaf dan untuk dijauhkan dari dosa-dosa. Ayam ingkung juga dapat diartikan sebagai pengorbanan, cinta kasih sesama, atau hasil bumi. Sebelum ayamnya dimasak, biasanya akan diikat per bagian tubuhnya terlebih dahulu dan memiliki makna, misalnya kaki ayam yang diikat berarti berhati-hati dalam hidup.

Umumnya untuk memasak ayam ingkung menggunakan ayam ras kate, tetapi tidak bisa sembarang ayam kate kita gunakan. Sebaiknya ayam kate tersebut adalah ayam kampung, jangan menggunakan ayam liar. Berbeda jenis ayam kampung atau ayam liar sudah dapat dapat mengakibatkan perbedaan rasa masakan ini. Ketika ayam tersebut telah 7 bulan.

Source ambon.antaranews.com ambon.antaranews.com/foto/41861/tradisi-rosulan-ingkung
Comments
Loading...