Adat Istiadat Jawa : Reuneuh Mundingeun /> 9 Bulan

0 228

Reuneuh Mundingeun. Upacara ini sebenarnya sudah hampir tidak dilaksanakan lagi di sebagian wilayah khususnya perkotaan. Kita tetap harus bahas sebagai wawasan warisan budaya, karena terkadang disebagian tempat upacara ini masih dilaksanakan. Upacara Reneuh Mendingeun dilaksanakan apabila perempuan yang mengandung lebih dari sembilan bulan, bahkan ada yang sampai 12 bulan tetapi belum melahirkan juga. Perempuan yang hamil itu disebut Reneuh Mendingeun, seperti munding atau kerbau yang bunting.

Upacara ini diselenggarakan agar perempuan yang hamil tua itu segera melahirkan jangan seperti kerbau, dan agar tidak terjadi sesutu yang tidak diinginkan. Karena katanya kalau terjadi postterm resiko bagi keselamatan bayi dan si ibu sangat riskan. Pada pelaksanaannya leher perempuan itu dikalungi kolotok dan dituntun oleh indung beurang sambil membaca doa dibawa ke kandang kerbau. Kalau tidak ada kandang kerbau, cukup dengan mengelilingi rumah sebanyak tujuh kali.

Perempuan yang hamil itu harus berbuat seperti kerbau dan menirukan bunyi kerbau sambil dituntun dan diiringkan oleh anak-anak yang memegang cambuk. Setelah mengelilingi kandang kerbau atau rumah, kemudian oleh indung beruang dimandikan dan disuruh masuk ke dalam rumah. Itulah sekilas info mengenai adat tradisional yang berkaitan dengan kehamilah di tatar sunda.

Apapun bentuk dan isinya semoga kita bisa memaknai semuanya dengan bijak sebagai penghormatan pada warisan leluhur kita.

Source posjabar.com posjabar.com/reuneuh-mundingeun

Leave A Reply

Your email address will not be published.