Adat Istiadat Jawa : Puput Puseur, Lepas Tali Pusat

0 340

Setelah bayi terlepas dari tali pusatnya, biasanya diadakan selamatan. Tali pusat yang sudah lepas itu oleh indung beurang dimasukkan ke dalam kanjut kundang. Seterusnya pusar bayi ditutup dengan uang logam atau benggol yang telah dibungkus kasa atau kapas dan dikaitkan pada perut bayi, maksudnya agar pusat bayi tidak dosol atau menonjol ke luar. Ada juga pada saat upacara ini dilaksanakan sekaligus dengan pemberian nama bayi. Pada upacara ini dibacakan doa selamat, dan disediakan bubur merah-bubur putih.

Ada kepercayaan bahwa tali pusat atau tali ari – ari termasuk saudara bayi juga yang harus dipelihara dengan sungguh-sungguh. Karena sesuai kepercayaan yang berkembang saudara bayi terlahir ada empat yaitu tembuni, pembungkus, tali pusat dan kakawah. Ini yang kemudian disebut Dulur opat kalima pancer, yaitu empat bersaudara dan kelimanya sebagai pancernya ialah bayi itu sendiri. Kesemuanya itu harus dipelihara dengan baik agar bayi itu kelak setelah dewasa dapat hidup rukun dengan saudara – saudaranya yaitu kakak dan adiknya sehingga tercapailah kebahagiaan.

Source posjabar.com posjabar.com/upacara-adat-sunda-part-2
Comments
Loading...