Adat Istiadat Jawa : Potensi Warga Kasepuhan Ciptagelar

0 212

Penduduk Kasepuhan atau Iebih tepat disebut warga kasepuhan dapat dikelompokkan pada dua bagian. Kelompok pertama adalah warga jiwa jero dan kelompok kedua adalah warga jiwa luar. Yang dimaksud warga jiwa jero adalah warga kasepuhan yang memiliki pertalian darah dengan Abah Anom meskipun pertaliannya sudah sangat jauh dan sangat rumit untuk ditelusuri. Warga jiwa jero ini bertempat tinggal di Kampung Gede Kasepuhan Ciptagelar dan kampung-kampung lainnya dengan tetap mengikuti semua tradisi kasepuhan secara penuh, terutama dalam bidang pertanian.

Kelompok kedua yaitu warga jiwa luar adalah mereka yang statusnya dalam warga kasepuhan sebagai warga simpatisan atau sebagai pengikut kasepuhan. Pada umumnya, warga jiwa luar berada di luar kasepuhan Ciptagelar dan tidak melakukan tradisi pertanian secara penuh tetapi tetap mengakui kasepuhan dan sering meminta bantuan spiritual kepada sesepuh girang. Warga jiwa luar kasepuhan mempunyai kewajiban untuk membayar uang ngajiwa (sensus para incu putu) dan ngalaukan (iuran dana upacara seren taun).

Menurut Abah Anom, jiwa luar tidak hanya tersebar di wilayah Sukabumi, tetapi menyebar sampai ke Lebak, Bogor, Bandung, Jakarta, Lampung, Palembang bahkan sampai ke Sulawesi. Berdasarkan catatan terakhir yang ada pads pamakayan (dukun tani) disebutkan bahwa jumlah warga kasepuhan yang termasuk dalam jiwa jero sebanyak 15.795 jiwa terhimpun dalam 3.833 KK. Sementara warga sebanyak 338 jiwa.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=475&lang=id
Comments
Loading...