Adat Istiadat Jawa : Pola Perkampungan Ciptagelar

0 22

Permukiman masyarakat Kasepuhan Ciptagelar merupakan prototipe dari pola kampung masyarakat Sunda pada umumnya. Bangunan-bangunan seperti bumi ageung, leuit (lumbung padi), saung lisung, buruan (halaman), dan rumah panggung menunjukkan pola perkampungan khas masyarakat tradisional Sunda. Rumah dan kelengkapan permukiman lainnya, dibangun mengikuti lahan berkontur. Mengamati pola penempatan bangunan, dapat dikatakan pola Kampung Cede Kasepuhan Ciptagelar adalah tinier. Jalur tinier ini memanjang dan utara ke selatan mulai Bumi Ageung yang terletak paling utara.

Sedangkan rumah-rumah yang berada di pinggir jalan pada umumnya berorientasi ke arah jalan. Sementara rumah-rumah yang berada pada lapis kedua, sangat bergantung pada kondiSi tanah. Pola tatanan rumah lapis kedua ini berderet secara linier mengikuti kontur tanah dan jalan tanah/gang.  Bumi Ageung yang menyatu dengan Bumi Warga atau Bumi Rakyat, yaitu rumah yang ditempati Abah Anom menempati hirarki tertinggi pada .pemukiman. Bangunan yang menyatu dengan Bumi Ageung adalah Bumi Warga atau Bumi Rakyat.

Bangunan ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan publik sehingga setiap orang dapat masuk ke dalamnya. Di sekitar bumi ageung terdapat rumah para penjaga (kemit), yaitu para warga yang bertugas untuk menjaga keamanan bumi ageung dan menjaga api yang berada dalam bangunan tersebut tetap menyala. Bumi ageung selalu diupayakan terjaga keamanannya karena di dalamnya tersimpan beberapa warisan pendiri/leluhur.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=475&lang=id

Leave A Reply

Your email address will not be published.