Adat Istiadat Jawa : Pengetahuan Desa Ciptagelar

0 11

Masuknya peralatan modern ke desa Ciptagelar tidak menghilangkan tradisi lama nenek moyang mereka terutama dalam bidang pengetahuan bertaninya, mereka dalam menanam padi tetap memegang amanah tradisi leluhur tanpa obat-obatan kimiawi dan selalu berhasil panen setiap tahun, dengan memberikan kesempatan untuk bernapas sejenak kepada bumi yang menghidupkan padi-padian maka yang terjadi adalah panen yang selalu berhasil dan leuit-leuit (tempat penyimpanan padi) yang tidak pernah dihampiri hama.

Bagi orang Sunda yang hidup di pedesaan leuit memang bukan sesuatu yang asing, meski sekarang fungsinya sudah tergerus zaman. Di masa lalu, leuit punya peran vital, sebagai gudang penyimpanan gabah atau beras hasil panen. Pada saat musim paceklik, simpanan gabah itu ditumbuk untuk kemudian dijadikan pemenuhan makan sehari-hari. Di zaman modern sekarang leuit nyaris punah. Apalagi di daerah perkotaan, orang lebih menyukai sesuatu yang serba instan.

Dikatakan “nyaris punah”, karena memang masih ada sebagian warga yang tetap mempertahankan fungsi leuitSalah satunya adalah warga adat yang menempati kaki Gunung Halimun, sebuah kawasan yang jadi simpul perbatasan tiga kabupaten, Sukabumi, Bogor, dan Lebak (Banten). Bagi mereka yang memang jauh dari ingar-bingar dan gemerlap kota, keberadaan leuit sangat vital sebagai bumper ketahanan pangan warga. Saking pentingnya, ketika seorang bayi lahir, maka yang pertama dijadikan “hadiah” adalah leuit.

Source raksawinaya.blogspot.co.id raksawinaya.blogspot.co.id/2013/02/kasepuhan-banten-kidul.html

Leave A Reply

Your email address will not be published.