Adat Istiadat Jawa : Pemerintahan Desa Ciptagelar

0 70

Abah Anom sebagai kepala adat disana memliki peranan dan pengaruh sangat penting dalam masyarakatnya. Di Desa Ciptagelar tidak nampak adanya organisasi sosial yang modern seperti di daerah perkotaan, namun ketika ada kegiatan mereka secara sukarela membantu. Gaya kepemimpinan Abah Anom sebagai seorang ketua adat dapat tergambarkan sebagai berikut, gaya kepemimpinan Abah Anom yang santun dan contoh laku hidup yang diterapkannya membuat ia menjadi panutan warga dalam kehidupan sehari-hari.

Harmonisasi alam dan manusia adalah satu dari sekian banyak kearifan hidup yang dijalaninya. Bijak dalam memperlakukan alam, tak terjebak nafsu untuk menguras apa yang ada di depan mata, ia membawa warganya pada hidup yang relatif tak pernah kekurangan. Salah satu bentuk pertanggungjawaban Abah Anom sebagai pemimpin masyarakat, di wujudkan dengan adanya pelaporan pertanggungjawaban setiap selesai upacara “Seren Taun”. Sesudah prosesi upacara tersebut, Abah Anom memberikan laporan pertanggungjawaban dalam bahasa Sunda kepada para sesepuh adat, disaksikan beberapa pejabat daerah serta ribuan warga.

Sistem organisasi kemasyarakatan di kampung ciptagelar telah berjalan dengan baik hal ini didasari karena warga menyakini bahwa Abah telah memikirkan kesejahteraan warganya. Abah dikenal memiliki banyak pembantu atau mentri yang tersebar dari pusat hingga berbagai daerah. Secara struktural tertinggi, kasepuhan ini dipimpin oleh kolot girang. Ia didampingi sesepuh induk yang dijabat.

Source raksawinaya.blogspot.co.id raksawinaya.blogspot.co.id/2013/02/kasepuhan-banten-kidul.html
Comments
Loading...