Adat Istiadat Jawa : Nurunkeun, Adat Khas Sunda

0 82

Nurunkeun adalah upacara tradisional khas Sunda yang ditujukan kepada sang anak bayi dimana anak tersebut wajib diajak keluar rumah dan mengenal lingkungan sekitar. Upacara Nurunkeun ini dilakukan pada usia 7 hari setelah bayi lahir. Dalam prosesi upacara Nurunkeun ini setelah bayi diajak keluar halaman rumah, maka pihak keluarga wajib membuat pohon yang diatasnya digantungkan banyak mainan yang kemudian nantinya mainan – mainan tersebut akan dijadikan rebutan oleh anak – anak kecil.

Upacara Nurunkeun adalah upacara pertama kali bayi dibawa ke halaman rumah, maksudnya mengenal lingkungan dan sebagai pemberitahuan kepada tetangga bahwa bayi itu sudah dapat digendong dibawa berjalan-jalan di luar rumah atau mengelilingi rumah dengan membawa padi segenggam, buku dan alat tulis, nah dalam upacara ini si bayi digendong oleh paraji / dukun beranak. Upacara Nurun keun dilaksanakan setelah tujuh atau dua belas hari. Pada Upacara Nurunkeun biasanya di gabungkan dengan pengajian, Upacara Cukuran / marhabaan.

Upacara Nurun keun dilaksanakan setelah tujuh hari upacara Puput Puseur. Pada pelaksanaannya biasa diadakan pengajian untuk keselamatan serta diadakan juga hiburan. Hiburan disini biasanya berbagai bentuk permainan anak-anak sehingga suasana menjadi ramai penuh kehangatan. Pada tradisi nurunkeun, bayi bukan hanya disunat tetapi juga ada beberapa ritual lainnya. Sebelum dicongkel biasanya orangtua akan melakukan saweran dan memberikan nama pada bayi.

Source miner8.com miner8.com/id/25953

Leave A Reply

Your email address will not be published.