Adat Istiadat Jawa : Ngaseuk Pare, Tradisi Tanam Padi

0 211

Masing-masing Barisan Olot (sesepuh kampung adat) sibuk mengatur warganya yang terdiri dari kaum lelaki untuk turut serta melakukan tradisi Ngaseuk Pare yang berdasarkan hitungan kalender Sunda maupun Islam jatuh pada hari Jumat (5/10/12). Sementara Pamingpin Olot memenuhi Imah Gede untuk menunggu keluarnya Abah Ugi Sugriana Rakasiwi selaku Sesepuh Girang yang akan memimpin langsung penyelenggaraan tradisi Ngaseuk Pare. Tradisi yang menandai dimulainya musim tanam padi huma di Kampung Adat Kasepuhan Ciptagelar.

Suasana hikmat terasa saat Abah Ugi Sugriana Rakasiwi keluar dari Imah Gede dan menuju alun alun untuk kemudian memulai perjalanan menuju tanah adat di lereng pegunungan Kendeng salah satu pegunungan di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Tanah adat yang berjarak sekitar 2 kilometer lebih ditempuh Abah Ugi serta Pamingping Olot, Barisan Olot dan warga adat ditempuh dengan berjalan kaki dalam waktu 45 menit diiringi tetabuhan kesenian Jipeng (Tanji dan Topeng) menciptakan debu tanah beterbangan.

Tanah ada seluas hampir 7 hektar dalam waktu singkat telah berpagar masyarakat adat. Setelah ada aba-aba, tradisi Ngaseuk Pare pun dilakukan secara serentak dan bersama-sama hingga hanya dalam tempo tidak kurang dari 30 menit acara menanam buah pare (buah padi ditanah huma berlangsung dan masyarakat adat kembali ke Kasepuhan Ciptagelar disambut dengan kesenian Jipeng, Topeng Buhun, dan Dogdog Lojor menurut Karma.

Source pikiran-rakyat.com pikiran-rakyat.com/seni-budaya/2012/10/06/206223/tradisi-ngaseuk-pare-di-kasepuhan-banten-kidul
Comments
Loading...