Adat Istiadat Jawa : Ngalesu, Terdapat di Kabupaten Garut

0 66

Ngalesu yang terdapat di kabupaten Garut dilaksanakan ketika Panen Raya selesai dan Pare (Padi) di inapkan (di masukan) ke Leuit (Lumbung). Lalu masyarakat setempat mengadakan semacam upacara nganteur Dewi Padi (Sanghyang Sri). Beberapa Gedeng Pare (Ikat padi) di pikul sebagai Pare Jontrot lalu di masukan ke Lumbung. Padi yang lainnya pun beramai-ramai di masukan. Namun dari Padi Jontrot tersebut salah satunya di keluarkan lagi, di tambah beberapa Gedeng (ikat) dan di bawa ke Saung Lisung.

Di Saung Lisung Kokolot lembur telah menanti, ketika rombongan pembawa padi tiba langsung disambut dengan di awali doa-doa. Kemudian padi tersebut di masukan ke Lisung. Setelah Kokolot Lembur memberi ijin, maka beberapa orang Wanita Baya dan gadis desa berebutan ingin ikut menumbuk padi tadi. Kejadian ini di sebut Ngalesu, atau menumbuk padi pertama yang di ambil dari Leuit (Lumbung). Berasnya di bagikan ke masyarakat setempat.

Perkembangan selanjutnya, yang menumbuk padi bersama, akhirnya di lakukan oleh para gadis desa. Mereka sangat terampil dan satu sama lain tidak mau kalah. Selain itu pula, ketika habis atau selesai menumbuk Padi Jontrot, biasanya di teruskan dengan menumbuk padi yang lainnya. Selain mendapat upah berupa beras atau uang clan pemilik padi. Juga para gadis desa tersebut bisa Sempal Guyon, Gogonjakan.

Source disparbud.jabarprov.go.id disparbud.jabarprov.go.id/wisata/dest-det.php?id=529&lang=
Comments
Loading...