Adat Istiadat Jawa : Ngabungbang (Rajagaluh, Majalengka)

0 274

Ngabungbang, sebuah tradisi yang masih hidup di daerah Rajagaluh, Majalengka. Desa Rajagaluh ini terdapat di wilayah 3 Cirebon dan masuk pada wilayah administratif kabupaten Majalengka. Jika anda masuk dari kota Bandung, maka perlu sekitar 120 Km dari kota Bandung dan 275 Km dari arah Jakarta. Sebuah terminal bis untuk 2 kota itu menjadi penanda. Hanya perlu berjalan kaki satu kilo meter lagi untuk sampai ke baleriung desa Rajagaluh. Acara Ngabungbang ini diadakan di pendopo baleriung desa Rajagaluh.

Bangunan desanya sangat megah dengan halaman parkir yang juga lega. Baleriung ini untuk membedakan dengan penyebutan baleirung yang sesungguhnya artinya sama saja sebagai tempat bertemu saling bertatap muka. Irung dalam bahasa Sunda artinya hidung. Sedangkan riung artinya berkumpul. Bukankah pada saat berkumpul itu kita akan juga saling melihat hidung? Begitulah kira-kira. Ngabungbang sesungguhnya dimiliki oleh hampir semua masyarakat tatar Sunda.

Hanya saja khusus untuk masyarakat desa Rajagaluh dan sekitarnya, tradisi ini memiliki arti penting. Menikmati cahaya bulan tepat pada saat bulan penuh atau purnama menjadi inti dari tradisi ini. Sudut pandang agama menyebutnya sebagai tadabbur alam, sekaligus tafakur alam, menjadi semacam tanda syukur terhadap kelimpahan yang diberikan Tuhan melalui alam semesta raya dengan wujud cahaya bulan penuh. Dua orang tetua kampung selalu menghitung dengan disiplin ilmu tersendiri.

Source kompasiana.com kompasiana.com/pustakakemucen/ngabungbang-tradisi-caang-bulan-14-rajagaluhan_55204315a333119744b65b2d
Comments
Loading...