Adat Istiadat Jawa : Mulasara Iket Cakraningrat, Majalengka

0 156

Acara biasanya dimulai selepas Isya. Walaupun segera sesudah magrib tiba, cahaya bulan sudah sedemikian menggoda. Jam 20.00 acara dimulai. Biasanya acara dibuka dengan cara memakai iket Cakraningrat. Acara pembukaan ini merupakan prosesi awal sesudah doa pendek atau rajah bubuka yang diucapkan sederhana saja. Acara Mulasara Iket Cakraningrat ini sebenarnya adalah mengenalkan cara berdandan “lalaki” yang menjadi peserta Ngabungbang.

Iket Cakraningrat ini dikenakan oleh masyarakat Rajagaluh sebagai penghormatan terhadap Raja paling legendaris dengan nama yang sama yaitu Prabu Cakraningrat. Jika anda berasal dari daerah lain dan datang dengan rupa iket yang lain, tentu tidak akan dipermasalahkan. Hanya saja jika anda berminat belajar maka itulah saat yang tepat untuk mengenal busana iket ini dalam praktiknya. Karena memang iket Cakraningrat ini sangat berlainan dengan iket Tatar Sunda umumnya yang pasagi (segi empat) atau juru tilu (segi tiga).

Iket Cakraningrat ini ngagebar panjang seperti karembong. Ada sekitar 17 teknik variasi dari cara pemakaian iket ini, hanya saja pada prosesi awal ini hanya dikenalkan cara memakai iket ini pada pola standar. Jika ada satu pengunjung yang style iketnya lain biasanya dialah yang akan memperkenalkan cara memakai iket itu sebagai bentuk penghormatan. Prosesi Iket ini biasanya memakan waktu sampai satu jam lamanya, tergantung minat dan apresiasi oleh pengunjung.

Source kompasiana.com kompasiana.com/pustakakemucen/ngabungbang-tradisi-caang-bulan-14-rajagaluhan_55204315a333119744b65b2d
Comments
Loading...