Adat Istiadat Jawa : Mata Pencaharian Cipta Mulya

0 160

Mata pencaharian masyarakat Kasepuhan Cipta Mulya adalah rata-rata bekerja sebagai petani di sawah dan ladang. Dari pertanian mereka yang paling utama adalah  padi, yang mereka sebut sebagai Dewi Sri. Selain menanam padi, mereka juga menanam tanaman sayuran, cabai, tomat, pisang, dan tanaman lainnya. Mereka memandang padi sebagai suatu hal yang sangat berharga sehingga disebut Dewi Sri. Oleh karena padi merupakan tanaman yang sangat diagungkan maka dalam proses penanaman sampai tiba saatnya untuk panen, mereka melaksanakan suatu acara khusus atau ritual untuk menghargainya.

Ada beberapa ritual yang dilakukan sebagai bentuk penghargaan kepada padi yang telah memberikan hidup bagi warganya. Bahkan ada aturan khusus yang tidak memperbolehkan menjual padi, beras ataupun nasi kecuali dalam keadaan terdesak ataupun terpaksa serta kalau hasil panennya sangat melimpah. Jika aturan tersebut dilanggar maka dipercaya akan mendatangkan suatu masalah bagi yang melanggar atau disebut masyarakat kualat. Untuk tempat menyimpan padi hasil panen, masyarakat mendirikan lumbung atau yang mereka namakan leuit, hal ini dilakukan sebagai antisipasi gagal panen.

Sehingga ada banyak lumbung yang ditempatkan di sekitar rumah ataupun ladang. Lumbung ini juga menjadi suatu pemandangan yang menarik karena bentuknya yang unik dan dibuat rapi dan teratur, terbuat dari kayu, untuk dingding terbuat dari bambu, sedangkan atapnya dari kiray.

Source budaya-sukabumi.blogspot.co.id budaya-sukabumi.blogspot.co.id/2014/08/komunitas-kasepuhan-cipta-mulya.html
Comments
Loading...