Adat Istiadat Jawa : Grebeg Syawal, Tradisi yang Kekal

0 22

Grebeg Syawal sendiri merupakan upacara adat di lingkungan Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat yang selalu digelar setiap tanggal 1 Syawal dalam sistem kalender Hijriyah. Dan tentu saja bertepatan dengan hari raya Idul Fitri atau Lebaran. Tradisi ini akan digelar dan dilangsungkan di area Alun-alun Utara Keraton Yogyakarta setelah sholat Idul Fitri berjamaah selesai digelar. Tradisi Grebeg Syawal ini memang menjadi salah satu simbol dari Hajad Dalem atau sedekah dan juga wujud kedermawanan dari Sultan kepada rakyatnya sembari menyambut datangnya Lebaran. Inti upacara tersebut adalah dengan pelepasan Gunungan Lanang yang akan diperebutkan dan dipertontonkan terlebih dahulu kepada masyarakat.

Sebelum dilepas, Gunungan Lanang tersebut nantinya akan diarak terlebih dahulu dari area Pagelaran Keraton Yogyakarta hingga ke halaman Masjid Agung Kauman yang nantinya akan didoakan oleh para ulama dan abdi dalem Kraton. Arak-arakan khas Keraton ini memang menjadi salah satu daya tarik dari tradisi Grebeg Syawal secara turun-temurun. Usai ulama dan penghulu Masjid Agung Kauman memberikan doa yang berisikan kesejahteraan, Gunungan Lanang nanti akan dilepas ke masyarakat untuk diperebutkan.

Dan sesaji tersebut nantinya akan berisikan hasil bumi yang akan disusun hingga membentuk kerucut (gunungan/berbentuk gunung). Dan konon hasil bumi ini bisa memberikan keberuntungan dan juga rejeki. Sudah menjadi tradisi bahwa gunungan tersebut akan menjadi rebutan rakyat.

Source yogyakarta.panduanwisata.id yogyakarta.panduanwisata.id/daerah-istimewa-yogyakarta/grebeg-syawal-tradisi-yang-tidak-hilang-dimakan-waktu
Comments
Loading...