Adat Istiadat Jawa : Endog Abang, Garebeg Besar

0 17

Endog abang, dalam bahasa Jawa artinya telur merah. Telur ini hanya muncul setahun tiga kali yaitu saat memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad S.A.W atau disebut Garebeg Mulud, hari raya Idul Fitri atau Garebeg Pasa serta hari raya Idul Adha / Kurban atau Garebeg Besar pada tanggal 10 Besar. Penyelenggaraan Garebeg Besar sendiri sebagai peringatan atas peristiwa saat Nabi Ibrahim melaksanakan perintah Tuhan untuk mengurbankan putranya, Ismail (versi lain mengatakan yang dipersembahkan Iskak, bukan Ismail).

Lalu, Tuhan menukarnya dengan seekor domba. Menurut penanggalan Jawa, peristiwa yang jatuh di tanggal 10 besar itu diperingati sebagai hari raya Idul Adha atau Idul Kurban. Kejadian ini terkait juga dengan perjalanan ke Mekah atau dikenal sebagai naik haji. Saat perayaan Idul Kurban umat Muslim melaksanakan shalat berjamaah di Alun-Alun Utara, Yogya. Keraton juga mempersembahkan dua ekor lembu sebagai binatang kurban. Setelah rampung proses penyembelihan, daging-daging itu lalu dibagikan kepada warga yang dianggap membutuhkan.

Sedangkan prosesi Garebeg Besar yang merupakan bagian dari Idul Adha sendiri menjadi satu rangkaian dari upacara Sekaten, Garebeg Mulud, Garebeg Pasa, serta Ngabekten. Saat ditemui di halaman Pura Pakualaman pada Selasa (13/9), Tuginem (71) yang tinggal di Sewon, Bantul ini mengatakan sudah mengikuti perayaan itu sejak sekitar tahun 1970-an. Ia bercerita sejak dulu memang berjualan endog abang.

Source Dinas Kebudayaan tasteofjogja.org/isiberita.WAU7Sri1_mA736_byGcGsRDKmDai04esuHMkVC1ko48irW21dYlnAlLRj7Eq5qq1sSledfMATX8Uf34hmkcj_A
Comments
Loading...