Adat Istiadat Jawa : Dengar Folklore (Cerita) Saur Sepuh

0 157

Acara selanjutnya adalah mendengarkan cerita saur sepuh yang disampaikan oleh tetua kampung atau sesepuh. Mang Pulung namanya. Ia adalah orang yang sederhana saja. Malah orang sekampung kami mengenalnya sebagai “Tukang Lauk“. Pedagang ikan yang setiap hari mangkal di pasar ikan air tawar Rajagaluh. Ia memiliki gelar Abah Delar, sebuah parodi heureuy “mun diandel nya kelar“. Artinya kalau dipercaya untuk berbicara hal itu ya jadilah. Tentu saja, pada saat Ngabungbang itu beliaulah yang menjadi semacam superstar.

Cerita tentang kampung kami mengalir bersama munculnya cahaya bulan purnama dan wangi kopi yang tersaji. Prabu Siliwangi yang agung, masa muda Pamanah Rasa yang perkasa, pun hingga Walangsungsang, ditambul dengan khidmat. Petualangan, cinta, kekuasaan dan pengkhianatan tersaji dalam bahasa tutur yang santun. Pengunjung yang umumnya adalah anak muda, kadang hadir dengan segudang pertanyaan yang diluar dugaan, namun sang tetua, menjawabnya dengan sareh dan sabar. Rehat kami adalah tawa yang panjang atau khusu yang mistis, maklumlah cerita soal Sunda itu adalah laksana dongengan leleuhur yang ikut hadir dalam ruang rindu yang syahdu.

Source kompasiana.com kompasiana.com/pustakakemucen/ngabungbang-tradisi-caang-bulan-14-rajagaluhan_55204315a333119744b65b2d
Comments
Loading...