Adat Istiadat Jawa : Dalang Tradisi Pasca-reformasi

0 68

Dalang tradisional yang merupakan masyarakat religius yang mengedepankan nilai kepasrahan, nilai ketuhanan, dan kepatuhan pada kemurnian nilai tradisi, cenderung dicap sebagai corong Pemerintah. Karena itu, pada masa pasca-reformasi, muncul perlawanan dari kalangan modern yang berideologi politik rasional dan berkehendak cenderung bebas, dengan manajemen modernnya, serta didukung perkembangan suasana temperamental kelompok reformis pada waktu itu, membuat kelompok tradisi mengalami goyah, bahkan secara psikologis yang mengarah pada krisis kepercayadirian, prihatin Ki Edi Suwanda, seniman pedalangan dari Daerah Istimewa Yogyakarta.

Para sepuh mengalami kesulitan untuk menyesuaikan diri. Mereka tidak siap secara mental terhadap kesenjangan itu, karena berlawanan dengan nilai-nilai tradisi, sehingga mereka blank (tidak tahu yang harus diperbuat). Ingin memperbaiki masalah itu, Persatuan Pedalangan Indonesia (Pepadi) Daerah Istimewa Yogyakarta bertekad membangkitkan semangat mereka yang goyah, dengan memahamkan wacana politik manajemen modern. Juga membangun semangat ideologi kebersamaan melalui sosialisasi sebagai upaya pemulihan kelompok tradisi.

Meskipun demikian, Ki Edi Suwanda, yang juga ketua Pepadi DIY, mengungkap keprihatinannya bahwa terkait dengan upaya perubahan secara organisasi dan secara personal dalam memperjuangkan kepentingan umum tersebut, ada pihak yang tidak senang, dan ingin menghalangi, baik dari kelompok aktivis individu yang terorganisasi, maupun kelompok masyarakat pendukungnya

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.9nnA2J_Gu5k42TsFhNEgCDe1P6MuKRZDr87MpB8JKNQ3aZWrdHmF0vjWlR7QMCFGI9LMUHhR-Z7WgbfW98P3DQ
Comments
Loading...