Adat Istiadat Jawa : Cukuran (Marhabaan), Syukur

0 54

Cukuran dimaksudkan untuk membersihkan atau menyucikan rambut bayi dari segala macam najis. Upacara cukuran atau marhabaan juga merupakan ungkapan syukuran atau terima kasih kepada Tuhan YME yang telah mengkaruniakan seorang anak yang telah lahir dengan selamat. Upacara cukuran dilaksanakan pada saat bayi berumur 40 hari. Atau juga terkadang disatukan dengan kegiatan ekah dan pemberian nama. Cukuran adalah bagian penting yang harus dilaksanakan sesuai dengan syariat Islam pula.

Pada pelaksanaan bayi dibaringkan di tengah-tengah para undangan disertai perlengkapan bokor yang diisi air kembang 7 rupa dan gunting yang digantungi perhiasan emas berupa kalung, cincin atau gelang untuk mencukur rambut bayi (sebagian wilayah sudah tidak menggantungkan emas dan lain-lain, hanya gunting, kembag dan kelapa). Pada saat itu mulailah para undangan berdo’a dan membaca barjanji (marhaban), yaitu memuji sifat-sifat nabi Muhammad dan membacakan doa yang mempunyai makna selamat lahir bathin dunia wal akhirat. Pada saat marhabaan itulah rambut bayi digunting sedikit oleh beberapa orang yang berdoa pada saat itu.

Source posjabar.com posjabar.com/upacara-adat-sunda-part-3
Comments
Loading...