Adat Istiadat Jawa : Congkel (Sunat Perempuan Bogor)

0 50

Praktik sunat perempuan di Bogor dikenal dengan istilah congkel. Congkel merupakan salah satu dari rangkaian tradisi nurunkeun. Biasanya tradisi ini dilakukan saat bayi baru berusia kurang dari tujuh hari.

Biasanya sama paraji (dukun anak), ditarik pakai koin dua. Yang dicongkel klitorisnya

Kata Fatimah Sari, warga Bogor. Katanya, pada tradisi nurunkeun, bayi bukan hanya disunat tetapi juga ada beberapa ritual lainnya. Sebelum dicongkel biasanya orangtua akan melakukan saweran dan memberikan nama pada bayi tersebut. Setelahnya baru dicongkel klitorisnya dengan menggunakan dua buah koin. Saat ini, tradisi nurunkeun pada bayi perempuan sudah jarang dilakukan. Namun sunat perempuan bukan lagi dilakukan oleh seorang paraji melainkan oleh bidan atau tenaga medis lainnya.

Sementara itu, tradisi sunat perempuan di Yogyakarta dikenal dengan sebutan tetepan. Tradisi sunat ini jauh berbeda dengan tradisi congkel di Bogor. Di Jogja, tradisi dini dilakukan oleh seorang bidan. Dalam tradisi tersebut bidan hanya memotong kunyit di atas kemaluan bayi perempuan.

Setelah dibersihkan, ada pemotongan kunyit di atas kemaluan bayi. Cuma diiris sedikit saja. Buat simbol sudah disunat

Kata Mugi Rahayu, seorang bidan di Kalasan, Sleman, Yogyakarta. Biasanya, orangtua bayi yang datang menemui bidan untuk melakukan tradisi tetepan. Dari rumah orangtua bayi sudah membawa kunyit yang sudah dibersihkan. Panjangnya hanya satu centimeter.

Source merdeka.com merdeka.com/peristiwa/tradisi-congkel-sunat-wanita-yang-mulai-ditinggalkan.html
Comments
Loading...