Adat Istiadat Jawa : Akad Nikah Masyarakat Ciptagelar

0 139

Secara hukum oleh catatan sipil kemudian pengantin menghadap Abah untuk meminta restu melangsungkan pernikahan. Setelah direstui Abah, dilanjutkan dengan prosesi seserahan. Pengantin pria datang ke rumah pengantin wanita membawa seserahan yang dapat berupa makanan atau barang-barang seperti perabotan atau kendaraan. Barang yang diberikan saat seserahan bisa berupa apa saja sesuai dengan kemampuan dari pengantin pria.

Prosesi selanjutnya adalah arak-arakan keliling desa. Prosesi ini bertujuan untuk memperkenalkan kedua mempelai kepada seluruh warga desa. Arak-arakan dimulai dari tempat pesta berlangsung, keliling desa, ke Imah Gede, kemudian kembali lagi ke rumah tempat pesta berlangsung. Kemudian barulah dilangsungkan akad nikah yang dipimpin oleh penghulu. Semua prosesi selesai, ada acara hiburan yang berlangsung semalam suntuk, yaitu berupa topeng, jipeng, dan tari-tarian.

Pernikahan bertujuan untuk menyatukan dua insan untuk menempuh kehidupan yang baru. Walaupun usianya masih muda, namun mungkin kesiapan dan kedewasaannya secara mental sudah cukup untuk memulai suatu rumah tangga. Berkaca dari kehidupan masyarakat Ciptagelar, mereka memiliki satu hal yang tidak dimiliki oleh masyarakat pada umumnya sekarang ini, yaitu rasa kekeluargaan yang sangat tinggi satu sama lain. Mereka dengan suka rela memberikan semua yang bisa mereka berikan untuk membantu. Bagi masyarakat Ciptagelar bisa dibilang bahwa semuanya milik bersama. Semua untuk satu dan satu untuk semua.

Source lawalataipb.or.id lawalataipb.or.id/index.php/2014/04/01/adat-pernikahan-kasepuhan-ciptagelar
Comments
Loading...