Adat Istiadat Jawa : Acara Sebar Udhik-udhik, Peduli

0 31

Acara sebar udhik-udhik menjadi salah satu ritual tahunan yang selalu ditunggu masyarakat tiap Maulud dalam penanggalan Jawa tak terkecuali pada Senin (5/12/2016) malam dimana ratusan masyarakat mengikutinya. Dalam acara tersebut pihak Keraton Yogyakarta akan memberikan sedekah kepada masyarakat berupa uang koin atau receh, beras dan bunga. Penghageng II Kawedanan Hageng Punokawan (KHP) Krido Mardowo, KRT Waseso Winoto merupakan budaya luhur kerajaan dalam usaha mensejahterakan warganya.

Udhik-udhik ini budaya nenek moyang, dadi pemimpin kudu gawe (harus membuat) kesejahteraan rakyat. Isinya udhik-udhik kan untuk membuat kesejahteraan rakyat jelasnya. Walaupun zaman sudah bergeser dan banyak yamg sudah berubah namun isi udhik-udhik tetap dipertahankan. Dalam udhik-udhik ini keraton membagikan uang koin atau receh, beras bercampur bunga dan diberi kunyit atau beras kuning. Walaupun untuk masa kini uang tersebut memang tidak seberapa namun nilai dan manfaatnya tetap tidak tergantikan.

Jangan hanya dilihat jumlahnya, arto (uang) udhik-udhik manfaatnya tinggi karena sudah didoakan ngarsa dalem (Sri Sultan HB X, Raja Yogyakarta) supaya bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat tambahnya. Ratusan masyarakat sendiri memang masih menjunjung tinggi nilai udhik-udhik hingga rela berdesakan memperebutkannya. Salah seorang warga Wagiyem (59) mengaku sangat senang bisa mendapatkan 4 buah koin dalam udhik-udhik tahun ini. Untuk penenang hati dapat barang dari keraton disimpan saja tidak untuk dibelanjakan

Source tasteofjogja.org tasteofjogja.org/isiberita.c6kH5Q1TVBOE6tIVK3BGRqyXuXKVudRPlS1XtzmAxZw10k1tzQmHJtxKSt6TqK3mGN2EA-wxVjTxX4d9qe39cA
Comments
Loading...