Adat Betawi Ngelamar

0 446

Adat Betawi Ngelamar

Salah satu barang wajib dibawa pihak pria adalah Sirih Lamaran atau disebut sirih embun. Seperangkat sirih lengkap yang dihias cantik ini menjadi simbol kehormatan dan penghargaan terhadap keluarga pihak orangtua gadis. Beberapa barang lain yang umumnya dibawa saat tahap melamar yakni pisang raja dua sisir, roti tawar, sirop, hadiah pelengkap berupa bahan baju kebaya, kain batik motif Tiga Negeri, kain panjang, selop, dan sebagainya.

Pada saat ngelamar atau melamar ini merupakan tahap dalam perkawinan di mana sang pemuda memberitahukan kepada pihak orang tuanya agar pergi melamar gadis idamannya. Biasanya setelah seorang pemuda menentukan pilihannya, maka pihak keluarganya akan mendatangi keluarga gadis pilihannya tadi. Adapun yang dikirim sebagai utusan biasanya keluarga yang dekat sebanyak dua atau tiga orang, dan jarang sekali orang tuanya sendiri.

Lamaran dalam tradisi Betawi dilakukan oleh pihak laki-laki kepada pihak perempuan. Ngelamar merupakan pernyataan dan permintaan resmi dari keluarga laki-laki (Calon Tuan Mantu) kepada keluarga wanita (Calon None Mantu) dan ditegaskan bahwa Si Fulan sangat berhasrat mempersunting dan memperistrikan Fulanah. Saat itu juga keluarga laki-laki mendapat jawaban persetujuan atau penolakan atas maksud tersebut.

Dahulu orang-orang Betawi mengutamakan utusan ini adalah keluarga yang sudah haji atau yang memahami masalah keagamaan, dengan harapan apabila pembicaraan sampai pada tahap tande putus, semua perencanaan ke depan tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Kehadiran pihak keluarga ibu maupun pihak keluarga bapak dari Calon Tuan Mantu dalam rombongan utusan ngelamar ini merupakan pertanda bahwa pihak yang diwakili telah menyetujui rencana dan pelaksanaan lamaran.

Dengan ini pula diharapkan nantinya lamaran akan sampai pada tahap pernikahan dan pada saatnya nanti keluarga baru itu akan membina keluarganya menjadi keluarga sakinah yang langgeng penuh kasih sayang serta saling hormat-menghormati.

 

Source Adat Betawi Ngelamar jakarta.go.id
Comments
Loading...