Adat Betawi Ngedelengin

0 486

Adat Betawi Ngedelengin

Istilah lain masa perkenalan sebelum pernikahan dalam adat Betawi adalah ngedelengin yang jika diartikan berarti ‘melihat dengan seksama’. Jika kedua keluarga sudah merasa cocok, maka ditunjuklah dua orang dari pihak keluarga cowok untuk berperan sebagai mak comblang. Biasanya, mereka adalah encang (paman) dan encing (bibi). Nah, mak comblang ini lantas menggantungkan ikan bandeng di depan rumah si cewek sebagai tanda bahwa anak gadis di rumah ini sudah ada yang naksir.

Pada saat ini pula, mak comblang menjadi juru bicara perihal kapan dan apa saja yang akan menjadi bawaan pada saat ngelamar. Dalam tradisi masyarakat Betawi adalah masa pendekatan dan penelaahan terhadap seorang gadis. Biasanya terjadi kalau sebuah keluarga punya anak lelaki yang sudah dewasa, bekerja, dan pantas berumah tangga, namun ia tidak memperlihatkan hasrat berumah tangga, atau mungkin tidak berani mendekati anak perawan padahal sudah ngebet.

Ngedelengin bisa dilakukan siapa saja termasuk si jejaka sendiri, orang tua bahkan mak comblang yang mereka tunjuk. Proses ngedelengin bertujuan mengetahui secara lebih jauh tentang sifat dan keadaan seorang gadis yang bakal dijadikan istri. Suatu yang wajar dilakukan dalam usaha orang tua atau laki-laki sebagai calon suami menyelidiki lebih dahulu latar belakang bakal pasangan hidupnya.

Tindakan tersebut didasari maksud baik agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan kelak kemudian hari. Mula-mula mak comblang mulai berkunjung ke rumah keluarga yang menjadi sasaran dan biasanya akan diterima oleh ibu si gadis dan kemudian juga si gadis tersebut. Dilihat dari awal kejadiannya terdapat tiga macam cara ngedelengin.

Pertama, tugas ngedelengin dari awal sampai akhir diserahkan kepada Mak Comblang.

Kedua, awal ngedelengin dilakukan sendiri si pemuda dan melaporkannya kepada orang tuanya yang kemudian menugaskan Mak Comblang meneruskan ngedelengin.

Ketiga, si orang tua mengintip seorang calon menantu perempuan dan setelah menemukan pilihan ia menugaskan Mak Comblang untuk meneruskannya.

Source Adat Betawi Ngedelengin jakarta.go.id
Comments
Loading...