Adat Berziarah Warga Ambarawa

0 45

Adat Berziarah Warga Ambarawa

Berziarah ke makam para leluhur atau orang tua telah menjadi sebagian kebiasaan warga Ambarawa, Kabupaten Semarang. Waktu-waktu yang biasa digunakan untuk berziarah adalah hari Kamis malam Jumat. Berziarah ke makam selain bertujuan untuk ’’menghadiahi’’ surat Yasin, tahlil, memanjatkan doa bagi arwah leluhur yang telah mendahului. Selain dilakukan pada hari biasa (Kamis), ziarah ke makam juga dilakukan pada bulan Rajab dan Sya’ban. Pada bulan Rajab ada tradisi nyadran berupa kegiatan bersedekah, makan bersama, dan bersih-bersih di makam dalam rangka pudunan, artinya turunnya amal-amal manusia.

Adapun pada bulan Sya’ban juga terdapat kegiatan nyadran dalam rangka punggahan, artinya naiknya amal-amal manusia. Berziarah ke makam juga dilakukan pada awal Ramadan dan Syawal. Kebiasaan berziarah ke makam yang kemudian mengakar menjadi suatu tradisi, sesungguhnya menunjukkan satu kesalehan sosial masyarakat. Kegiatan tersebut merupakan wujud bakti seorang anak kepada orang tuanya.

Dengan demikian, tentu sudah selayaknyalah kita mau menyisihkan waktu untuk berziarah ke Makam Kiai Lembah sebagai wujud hormat masyarakat kepada pendirinya, paling tidak dalam momentum Hari Raya Idul Fitri. Wujud penghormatan tersebut selain menengok dan merawat makam, lebih penting adalah upaya pemberian batasan yang jelas antara legenda dengan kisah sejarah agar generasi mendatang warga Kota Ambarawa mengetahui sejarah yang benar, sekaligus mempunyai keterampilan bertutur yang menjadi salah warisan budaya gemar bercerita dan ’’bermain’’ di ranah sastra.

Sejarah yang benar dalam hal ini adalah kisah Mbah Kiai Lembah, dan keterampilan bertutur yang dimaksud adalah cerita legenda Baru Klinting. Dengan mengetahui fungsi masing-masing kisah, kedua kisah tersebut bisa saling menopang pengetahuan masyarakat tanpa harus menghilangkan salah satu dari keduanya. Apalagi, masyarakat bisa merunut sendiri kisah sejarah kota Ambarawa melalui situs dan peninggalan berupa Makam Kiai Lembah di Kepatihan, Ambarawa, dan Makam Nyai Lembah di kompleks Pemakaman Sentoro Ratu, Kauman, Demak.

Source https://portalambarawa.wordpress.com/ https://portalambarawa.wordpress.com/sejarah/asal-usul-kota-ambarawa/
Comments
Loading...