Adat Bawa Tande Putus

0 456

Adat Bawa Tande Putus

Acara ini nyaris serupa dengan pertunangan dan dilakukan satu minggu setelah acara ngelamar dilaksanakan. Utusan yang datang menemui keluarga calon mempelai cewek adalah orang-orang dari keluarga cowok yang sudah ditunjuk dan diberi kepercayaan. Sebagai simbolis, orang Betawi umumnya memberi tande putus atau sejenis pengikat jalinan kedua calon mempelai, umumnya berupa cincin iris rotan, duit pesalin (uang seserahan) sekadarnya, dan bermacam rupa kue.

Salah satu bagian upacara perkawinan masyarakat Betawi, dimana memberikan tande putus bisa berupa apa saja, namun biasanya dengan cingkrem atau sebuah cincin yang berbentuk Cincin Belah Rotan. Tande putus artinya bahwa None Calon Mantu telah terikat dan tidak lagi dapat diganggu pihak lain begitu pula calon tuan mantu, walaupun pelaksanaannya tande putus dilakukan jauh sebelum pelaksanaan Acare Akad Nikah.

Acara bawa tande putus dilaksanakan sesuai dengan kesepakatan antara dua keluarga yang datang menemui keluarga calon none mantu adalah orang-orang dari keluarga yang ditunjuk dan diberi kepercayaan menjadi juru bicara yang memo bawa salam sembah orang tua calon pengantin pria yang telah ditunjuk sebelumnya, boleh orang laki-laki atau perempuan. Pada acara ini diserahkan bawaannya (tande putus).

Setelah acara tersebut, tentukanlah hari dan tanggal pernikahannya. Mahar atau mas kawin menjadi pembicaraan pokok, pada masa lalu dengan mendengar permintaan dari pihak Calon None Mantu, seorang utusan dari keluarga calon menantu akan segera memahami berapa jumlah biaya yang diperlukan.Adapun ketika menyebut mahar, orang Betawi punya tatakrama tersendiri.

Dia tidak akan menyebut langsung apa dan berapa permintaan yang diinginkan. Biasanya pihak Calon None Mantu mengutarakannya dengan gaya bahasa atau ungkapan yang tersirat. Misalnya None kite mintenye Mate Bandeng seperangkat. Itu berarti Calon None Mantu menghendaki mas kawin seperangkat perhiasan emas bermata berlian. Jika pihak Calon None mantu menyatakan None kite mintenye Mate Kembung seperangkat, artinya mas kawin yang diminta emas.

Source Adat Bawa Tande Putus jakarta.go.id
Comments
Loading...