Acara Lamaran Pernikahan Kampung Muara

0 21

Acara Lamaran Pernikahan Kampung Muara

Acara Lamaran Pernikahan tentunya selalu disertai dengan prosesi “seserahan” dimana pihak calon mempelai pria memberikan barang-barang berupa: alat ibadah, kosmetik, perhiasan, tas atau sekedar buah-buahan kepada pihak calon mempelai wanita. Prosesi ini merupakan simbol bahwa calon mempelai pria sudah mampu menafkahi calon mempelai wanita. Kegiatan ini sudah menjadi ciri khas dari acara lamaran pernikahan di seluruh Indonesia. Begitu pula di Kampung Muara. Selain “seserahan”, ada prosesi lain yang harus dilakukan saat lamaran yaitu “bawaan”.
Tidak jauh berbeda dengan “seserahan”, “bawaan” dilakukan dengan memberikan barang-barang dari pihak calon mempelai pria kepada pihak calon mempelai wanita. Yang membedakan kedua kegiatan tersebut adalah jenis barang yang diberikan. Pada prosesi “bawaan”, calon mempelai wanita boleh meminta perabotan rumah tangga seperti lemari, kasur, dll. dari pihak calon mempelai pria sesuai kemampuan mereka untuk menunjang kehidupan kedua calon mempelai di masa depan. Sebenarnya,prosesi ini tidak diwajibkan dan hanya dilakukan oleh segelintir orang di Kampung Muara karena tidak semua orang mampu memberikan perabotan-perabotan yang terbilang mahal harganya. Apalagi, mereka harus membawa benda tersebut pada acara lamaran.

Berkat kemajuan teknologi, “bawaan” dapat dilakukan dengan lebih mudah.Pihak calon mempelai pria tidak diharuskan membawa perabotan rumah tangga pada acara lamaran.Mereka cukup membawa uang pada acara lamaran atau mentransfernya kepada pihak calon mempelai wanita seharga perabotan yang diminta oleh pihak calon mempelai wanita. Namun, seiring berjalannya waktu, prosesi “bawaan” mulai menghilang dari acara lamaran pernikahan di Kampung Muara.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Acara-Lamaran-Pernikahan-Kampung-Muara-1/
Comments
Loading...