Jejak Sejarah Di Keraton Kanoman Cirebon

0 53

Sejarah Keraton Kanoman Cirebon yang pertama kali dibangun oleh Sultan Badrudin dengan luas 6 hektar ini terbilang panjang. Keraton ini dulunya menjadi pusat pemerintahan sebelum pecah karena masalah internal kesultanan. Selain pusat pemerintahan, Keraton Kanoman juga digunakan sebagai museum peninggalan sejarah.

Lokasi Keraton Kanoman

Lokasinya di Jalan Winaon, Kampung Kanoman Lemah Wungkuk. Luas Keraton Kanoman sebesar 6 hektar, yang mana lokasinya memang cukup tersembunyi tepatnya dibelakang Pasar Kanoman, sehingga memerlukan energi lebih untuk menemukan keraton bersejarah ini.

Sejarah Keraton Kanoman

Pada tahun 1588 Masehi, keraton ini didirikan oleh Pangeran Mohamad Badridin atau dikenal dengan nama Pangeran Kertawijaya yang bergelarkan Sultan Anom 1. Kesultanan Kanoman adalah hasil dari pembagian Kesultanan Cirebon kepada puteranya setelah meninggal Pangeran Girilaya atau yang dikenal dengan nama Panebahan Ratu Pakungwati II pada tahun 1666 Masehi.

Putera dari Pangeran Girilaya adalah Pangeran Raja Martawijaya yang kemudian memerintah di wilayah kesultanan Kasepuhan yang berpusat di Keraton Kasepuhan Cirebon. Sedangkan Pangeran Raja Kartawijaya yang memerintah kesultanan Kanoman yang berpusat di Keraton Kanoman. Sedangkan Pangeran Raja Wangsakerta menjadi Panembahan Cirebon yang bertugas dalam hal pendidikan putera puteri keraton dan dia juga bertempat tinggal di Keraton Kasepuhan sebagai Sultan Sepuh I.

Kesultanan Kanoman resmi berdiri di tahun 1679, waktu yang sama dengan pemimpin pertamanya yang bernama Sultan Anom I. Pada tahun 1681, Belanda menawarkan perjanjian kepada kesultanan Cirebon yang ketika itu terpecah menjadi dua. Perjanjian itu adalah perjanjian persahabatan yang sebenarnya dimaksudkan untuk memonopoli perdagangan di wilayah Cirebon.

Lalu Pangeran Raja Muhammad Qairudin diresmikan sebagai Sultan Anom II Keraton Kanoman Cirebon. Dikarenakan saudaranya yaitu Pangeran Pengguron Kaprabon yang merupakan putera pertama Sultan Anom I dari permaisuri keduanya yaitu Ratu Sultan Panengah yang memutuskan untuk memperdalam ajaran agama Islam.

 

Source Jejak Sejarah Di Keraton Kanoman Cirebon Keraton dengan Peninggalan Sejarah yang Menakjubkan

Leave A Reply

Your email address will not be published.