Sepasaran Tradisi Budaya Jawa Bayi Usia 5 Hari

0 2.921

Sepasaran Tradisi Budaya Jawa Bayi Usia 5 Hari

Sepasaran adalah upacara yang dilakukan oleh masyarakat Jawa saat bayi berumur lima hari. Akan tetapi ada juga orang – orang yang mengadakan upacara sepasaran menunggu sampai tali pusat bayi putus terlebih dahulu, lima hari biasanya tali pusat sang bayi akan putus,selain itu sepasaran juga sering di sebut dengan puputan.

Sang ibu bayi biasanya meletakkan tumpak sewu dan sliro.Yang di sebut dengan tumpak Sewu ialah sapu lidi yang di posisikan terbalik sehingga ujung-ujungnya berada di bagian atas.Pada ujung – ujung sapu tersebut ditancapi kencur, bange, dlingo, cabe merah, bawang merah, temy, dan bawang putih.

Sedangkan Liro adalah peralatan untuk menenun.Sliro biasanya di letakkan  di tempat tidur pada ibu bayi dengan membuburkan  arang dan kapur,sehingga penuh dengan coretan hitam dan putih.Sliro biasanya terbuat dari kayu pohon kelapa atau kayu yang keras. Kedua ujungnya agak runcing

 

Pada malam sepasaran ,bayi tidak ditidurkan sampai pagi namun dipangku sebab bayi yang baru lepas tali pusatnya menjadi incaran roh jahat menurut anggapan masyarakat biasanya hal itu di sebut dengan sarap sawan.

Orang – orang yang melakukan jagong bayen atau mengunjungi rumah si bayi pada malam sepasaran, biasanya tamu yang datang akan lebih banyak jika dibandingkan dengan malam – malam sebelumnya. Hal ini disebabkan karena malam sepasaran adalah hari terakhir dari serangkaian selamatan jagong bayen.

Makanan sesaji yang diperlukan untuk upacara sepasaran ini adalah Nasi tumpeng dan juga nasi golong tujuh buah berserta gudhangan, telur rebus, sayur lodheh kluwih, dan panggang ayam. Perlengkapan lain adalah jajan pasar, pisang raja dua sisir, jenang sengkolo, bubur putih, bubur merah, dan nasi brok ,yang menjadi kesempurnaan tradisi.

Source Sepasaran Tradisi Budaya Jawa Bayi Usia 5 Hari belajar forex untuk pemula
Comments
Loading...