Tradisi Gumbregi oleh Manyarakat Kulonprogo

0 322
Tradisi Gumbregi
Ada sebuah tradisi unik yang dijalani masyarakat Kulonprogo, Yogyakarta menyambut datangnya bulan Ramadhan. Warga di Dusun Karanggede, Jatimulyo, Girimulyo, Kulonprogo menggelar upacara adat gumbregiUpacara ini ditandai dengan makan ketupat bersama dengan hewan–hewan ternak. Tradisi unik itu dilakukan sebagai wujud syukur warga atas hasil pertanian dan peternakan mereka yang melimpah.
Saat beberapa warga memberikan makan ternak kambing mereka dengan ketupat, warga lainnya yang tak jauh dari lokasi tersebut menikmati sajian ketupat beserta tempe goreng, pelas tawon yang merupakan sajian khas dari dusun tersebut. Tradisi tersebut diperingati setiap hari Jumat kliwon di bulan Ruwah, bulan dalam kalender Jawa sebeleum datangnya bulan Ramadhan.
Ketiga makanan khas yang disajikan bersama untuk masyarakat tersebut memiliki makna tersendiri. Ketupat dianggap melambangkan kerukunan dan untuk lebih mendekatkan antara masyarakat dan pemerintah. Pelas tawon menggambarkan persatuan yang kuat serta tetap menjaga kesederhanaan dengan memakan tempe goreng. Prosesi tradisi unik itu diawali dengan upacara yang mana warga mengenakan pakaian adat bregada dan membawa berbagai makanan khas tradisional dengan diarak keliling dusun. Dengan bersuka cita, warga membawa hasil olahan panen seperti ketupat, bubur dan aneka makanan tradisional lainnya dengan diiringi suara gamelan.

 

Makna Dari Tradisi Gembregi 
Rangkaian kegiatan itu dinamakan upacara adat gumbregi, yakni salah satu bentuk sedekah atas ucapan rasa syukur mereka atas hasil panen dan ternak yang melimpah. Rasa syukur itu diwujudkan dengan memberikan makan kepada hewan ternak mereka  serta membagi makanan kepada penduduk sekitar. Warga mengaku senang dan bersyukur dengan hasil panen selama ini, sehingga turut bersama–sama memakan hasil bumi tersebut agar mendapat keberkahan selama satu tahun ke depan. Dengan pelestarian tradisi upacara adat gumbregi itu, warga berharap dusun mereka yang menjadi pusat ternak kambing etawa, dapat semakin berkembang  dan terhindar dari marabahaya.
Source Tradisi Gumbregi Tradisi Gumbregi
Comments
Loading...