Bajong Banyu, Tradisi Perang Air Sambut Ramadhan di Magelang

0 75
Bajong Banyu

Bajong Banyu adalah tradisi yang selalu dinanti-nantikan warga Dusun Dawung, Desa Banjarnego, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, menjelang bulan Ramadhan. Tradisi ini mengandung makna membersihkan diri sebelum menjalani ibadah puasa.

Tradisi yang digelar rutin setiap tahun ini diikuti oleh seluruh warga Dawung, mulai anak-anak sampai orang tua. Mereka berkumpul di lapangan desa sejak pagi hingga sore hari.

Prosesi Bajong Banyu

Diawali dengan pertunjukan beragam seni. Tari-tarian dan musik tradisional selalu mengalun riang menambah semarak sepanjang kegiatan ini. Ada tarian Topeng Ireng, Jathilan dan sebagianya. Kemudian dilanjutkan dengan prosesi pengambilan air di sumber air Tuk Dawung oleh puluhan warga serta para tokoh dan perangkat desa setempat.

Sebelumnya mereka melakukan kirab dengan berjalan kaki menuju sumber air yang berjarak sekitar 500 meter dari lapangan dusun. Peserta kirab paling depan membawa kendi-kendi yang akan diisi air. Tampak setiap peserta mengenakan busana adat Jawa. Sampai di sumber air, mereka disambut lagi dengan tari-tarian topeng ireng lalu prosesi pengambilan air dimulai.

Mereka berdoa di lokasi tersebut, lalu ada empat orang penari gemulai mendampingi prosesi tersebut. Air-air yang sudah dimasukkan ke dalam kendi dibawa kembali menuju lapanga dusun. Air dari dalam kendi lalu ke dalam kendi besar yang kemudian secara simbolis diberi doa oleh sesepuh Dusun Dawung. Perang air pun dimulai. Seluruh warga saling melempar air yang sebelumnya diwadahi plastik. Mereka membaur menjadi satu, tidak ada perbedaan kaya, miskin, tua, muda. Semua bersuka cita.

Pendapat Warga Sekitar

Tradisi Bajong Banyu bermakna membersihkan diri, silaturahim, saling memaafkan. Sehingga saat menjalani ibadah puasa nanti kita dalam kondisi bersih lahir batin, tidak ada benci, dendam dan lainnya,” jelas Gepeng yang juga seniman itu.

Tak hanya pendapat Gepeng saja, adapula Noviyanti (23), salah satu warga Dusun Dawung, mengaku selalu ikut tradisi Bajong Banyu. Ia merasa senang bisa membaur dengan warga lainnya melakukan perang air. Ia rela seluruh tubuhnya basah usai kegiatan ini. “Kami senang, saling lempar air, simbol membersihkan diri, semoga puasa nanti bisa bersiri hati saling memaafkan,” kata Novi.

Source Bajong Banyu Bajong Banyu
Comments
Loading...