Simbol Blangkon Solo

0 659

Blangkon

Penutup kepala dari kain batik untuk para laki-laki yang menjadi bagian dari pakaian tradisional masyarakat Jawa, yang merupakan bentuk praktis dari iket atau pengikat kepala disebut dengan Blangkon. Sebab, pada zaman dulu, penutup kepala ini hanya berupa kain iket atau ikat yang terbuka di bagian atasnya. Dalam legenda tentang Aji Saka, iket bahkan memiliki peran besar ketika Aji Saka berhasil mengalahkan Dewata Cengkar -seorang raksasa penguasa tanah Jawa.

Tidak ada mondholan pada Blangkon Solo. Yang hanya pertemuan dua pucuk helai di kanan dan kirinya yang kemudian diikatkan di belakang. Ini simbol menyatukan dua kalimat syahadat yang harus terus melekat dalam pikiran orang Jawa.

 

Pada zaman dulu, Blangkon hanya boleh dibuat oleh para seniman keraton dengan pakem atau aturan yang baku. Seperti halnya keris dan batik. Semakin Blangkon yang dibuat memenuhi pakem, maka Blangkon itu akan semakin tinggi nilainya.

Dalam Blangkon itu tersimpan nilai-nilai kehidupan sehari-hari seperti keindahan, ketekunan, ketelitian, dan kesabaran.

Adapun ciri Blangkon ialah :

-Tentang keindahan, kesabaran, dan ketelitian itu, Ranggajati mencontohkan, sebuah Blangkon yang bagus bias memiliki 14 hingga 17 wiru (lipatan) yang rapi di kanan-kiri.

 -Tanpa kesabaran dan ketelitian yang besar, sangat mustahil Blangkon tersebut diselesaikan.

-Ada kain batik selebar 105cm x 105cm sebagai bahan dasar  Blangkon.

Salah satunya kain yang dibatik tulis, bukan batik cap apalagi printing.  Harga satu “topi Jawa” terbaik harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah. Jika memiliki nilai sejarah, harganya bias lebih mahal lagi.

Sama seperti batik dan keris,, semakin indah dan bersejarahnya Blangkon akan membuat harganya semakin mahal.

Source Simbol Blangkon Di Solo kesolo.com
Comments
Loading...