10 Paribahasa Jawa Beserta Makna nya

0 98

Pepatah dalam bahasa Jawa disebut dengan paribasan, saloka, dan juga  bebasan. tentunya orang tua jaman dahulu menggunakan paribahasa atau paribasan sebagai pitutur, nasehat dan juga sindiran kepada generasi setelahnya agar bisa digunakan  sebagai pelajaran hidup.

1. Cecak nguntal cagak
Dalam bahasa Indonesia artinya cicak memakan tiang, seperti yang kita ketahui bahwa hewan cicak adalag hewan yang memiliki ukuran jauh lebih kecil dibanding tiang rumah, oleh karenanya mustahil bagi cicak memakan tiang tersebut. dalam kehidupan sehari hari paribahasa ini digunakan untuk melambangkan keinginan yang tidak sesuai dengan kekuatan.

2. Milih-milih tebu oleh boleng
Artinya adalah Di pilih-pilih malah dapatnya tebu yang tidak baik. dalam kehidupan paribasan ini bisa dimaknai ketika kita terlalu banyak pertumbangan dan hanya mencari yang paling sempurna, terkadang kita akan mendapatkan yang buruk. karena tidak ada yang benar benar sempurna di dunia ini.

3. Kawula mung sadermo, mobah-mosik kersaning hyang sukmo
Dalam kehidupan paribahasa ini bisa memiliki makna sikap yang pasrah kepada tuhan, yaitu lakukan apa yang kita bisa lakukan, untuk hasilnya serahkan kepada Tuhan yang maha esa.

4. Sing iso mati sak jroning urip lan urip sak jroning mati
Arti dalam bahasa Indonesia adalah yang bisa mati didalam kehidupan dan bisa hidup didalam kematian adapun makna nya adalah sebagai gambaran orang yang bisa mempertahankan kesederhanaan ketika ia sedang dalam kemewahan dan bisa tabah ketika sedang dalam penderitaan.

5. Esuk dele sore tempe
Dalam bahasa Indonesia artinya adalah pagi kedelai sore tempe, makna dari peribahasa Jawa ini yaitu sikap plin plan atau tidak tetap, sehingga digambarkan sebagai kedelai yang sorenya sudah berubah menjadi tempe.

6. Emban cindhe emban siladan
Untuk menyatakan orang yang biasanya pilih kasih dalam memberi atau membela dimana ia tidak pernah bersikap adil.

7. Gusti iku cedhak tanpo senggolan, adoh tanpo wangenan Paribahasa Jawa yang satu ini juga memiliki makna yang mendalam, yaitu Tuhan itu dekat meskipun tubuh tidak dapat menyentuhnya dan akal tidak dapat menjangkau Nya.

8. Mburu uceng kelangan dheleg
Hampir sama dengan paribahasa Nomor dua diatas, arti dari mburu uceng kelangan deleg adalah sifat keserakahan dimana hal tersebut di gambarkan sebagai uceng dan dheleg (uveng merupakan ikan yang kecil dan dheleg adalah ikan yang besar). Ketika sudah memegang dheleg, karena kurang terima malah memburu uceng akhirnya uceng tak di dapat dheleg pun hilang.

9. Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka
Arti dari paribasan yang satu ini adalah jadilah orang yang tidak merasa paling pintar supaya tidak salah arah, jangan pula berbuat curang supaya tidak celaka.

10. Koyo banyu karo lengo
Banyu berarti air, lengo berarti minyak, maksud dari paribahasa ini adalah kedua sifat yang tidak bisa disatukan layaknya minyak dan air dimana keduanya tidak bisa bercampur.

Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/10/10-paribahasa-jawa-beserta-makna-nya.html
Comments
Loading...