budayajawa.id

Upacara Kematian Raja-Raja Kraton Yogyakarta

0 3

Upacara Kematian Raja-Raja Kraton Yogyakarta

Untuk kraton Yogyakarta menutut tradisi mataram : kematian tidak ditangisi, dan imogiri. Bukan merupakan makam namun dinamakan atau suwargi orang jawa menyebutya penghuni surga. Upacara pelepasan jenazah maksudnya memperingati kepergian yang akbar seperti dalam upacara pengatin. Dalam masayrakat jawa yang namanya lahir, pegat dan mati merupakan sesuatu yang sacral, maka selalu diperingati dengan seindah-indahnya. Khusus acara kematian di dalam kraton berlaku 5 jenis gatra ritual yaitu :

 

  1. Tata cara majapahit atau pra-islam
  2. Tata cara demak pajang
  3. Tata cara perwalian atau wali Allah di jawa
  4. Tata cara kalang sepuh
  5. Tata cara mataram selingkar keturunannya.

Tata cara majapahit menyangkut sesaji yang ditujukan pada orang yang sakit sampai merawat jenazah sebelum dikubur. Hanya pada tata cara perawatan jenazah diberi balsem dan ditunggu samapi 100 atau 1000 hari. Jiak utuh dan awet, mayat itu dibusanani dengan busana kerajaan. Namun jika rusak, maka jenazah itu dikafani. Uborampe atau sesaji orang yang sakit sampai perawatan jenazah manganut upacara kuno dengan memanggil dukun, pini sepuh dan ulam untuk tahlilan sebelum dibacakan matra-mantra.

Tata cara demak atau pajang menurut tata cara dipini dalam melakukan perwatan jenazah dengan tata cara keislaman mulai dari mensholatkan sampai penguburan jenazah di lingkungan kerajaan islam di jawa.

Tata cara perwalian atau wali allah berbeda dengan tata cara di saat sunan giri, sunan, bonang, sunan kudus, dan sunan kalijaga. Di masa ini mengguanakan tata cara rakit dalam model tarekat syah abdul kadir, jailani, Nasabariyah, Nasabandiyah dan Safi’iyah. Sunan kalijaga tidak mengenal tahlilan akan tetapi disebut ageman yaitu dikuburan jenazah atau pesan-pesan almarhum digubah.

Tata cara mataram adalah membentuk peubahan baru dan tradisi kuno Pra-Islam dalam aroma kultur jawa. pembusanaan jenazah raja dan putra dengan busana kebesaran.

Dalam tata cara mataram upacara perawatan jenazah dipimpin oleh raja atau pangeran tertua atas nama raja. Juga uborampenya menyesuaikan bentuk yang ada. Di dalam pranata jiwa kalau si sakit cukup lama atau tidak ada harapan untuk sembuh si sakit dibawa ke imogiri diruang pajimatan yang kemungkinan akan meninggal. Orang yang merawat adalah ulama atas nama raja. Selama raja berkuasa tidak boleh mengunjungi ke imogiri.

Pelaksanaan upacara kematian ini terdapat berbagai perlengkapan kegiatan yang dalam garis besarnya :

  1. Perawatan jenazah (uborampe panguptining layon)
  2. Pemakaman jenazah (uborampe panguburing layon)
Source Upacara Kematian Raja-Raja Kraton Yogyakarta Sosiologi

Leave A Reply

Your email address will not be published.