budayajawa.id

Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo Sleman

0 11

Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo Sleman

Mendekati hari Kamis Pahing malam Jumat Pon di bulan Sapar (kalender Jawa), ada satu acara tradisi yang layak untuk dijadikan agenda wisata. Acara tersebut adalah Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo. Digelar oleh trah atau keturunan Ki Ageng Wonolelo, di Dusun Pondok Wonolelo Desa Widodomartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman.

Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo sejatinya adalah rangkaian acara tradisi berupa kirab pusaka diiringi dengan bregodo (prajurit Jawa), ziarah dan acara bernuansa keagamaan berupa sedekah yang dikemas dalam wujud pembagian kue apem. Seluruh rangkaian, biasanya didahului dengan pengajian akbar sebagai upaya meneruskan perjuangan Ki Ageng Wonolelo sebagai ulama besar dan penyebar agama Islam. Hebatnya, kue apem yang dibagi-bagikan ini sangat banyak dengan berat total 1 ton. Sedangkan pusaka yang dikirap berupa kitab Suci Al Quran, Baju Onto Kusuma, Kopiah, Bongkahan Mustoko Masjid (cupu) dan tongkat (teken). Saat dikirab, pusaka dimasukkan ke dalam Joli (semacam rumah kecil) dan ditandu.

Kirab pusaka dimulai dari halaman Balai Desa Widodomartani menuju Makam Ki Ageng Wonolelo sejauh sekitar 3 kilometer. Kirab juga diiringi drum band SMPN 1 Ngemplak, Bregada Ganggeng Samodra, Bregada Muspika Kecamatan Ngemplak, Putri Bhayangkari, Putri Domas, Santri dan Alim ulama, gunungan apem, sesaji, Bregada Ki Ageng Wonolelo, Bregada Ungel-ungelan dan tamu undangan. Usai kirab, kue apem langsung disebarkan ke seluruh yang hadir untuk sedekah. Ini sebagai wujud rasa syukur masyarakat atas karunia Tuhan YME yang telah memberikan nikmat rejeki, kesehatan dan keselamatan serta ketentraman.

Ki Ageng Wonolelo sendiri, adalah tokoh leluhur yang dianggap sebagai cikal bakal pembuka Pondok Wonolelo dan menurunkan penduduk asli Pondok Wonolelo. Ki Ageng Wonolelo konon bernama asli Jumadi Geno merupakan seorang keturunan Prabu Brawijaya V sekaligus sebagai tokoh penyebar agama Islam pada masa kerajaan Mataram.

Ia bermukim di Dusun Pondok Wonolelo, memiliki ilmu kebatinan yang tinggi pada masa itu. Karena memiliki ilmu yang tinggi, ia pernah diutus Raja Mataram ke Kerajaan Sriwijaya di Palembang yang saat itu membangkang terhadap Mataram. Ia pun berhasil menaklukkan Kerajaan Sriwijaya. Nama Ki Ageng Wonolelo atau Jumadi Geno semakin tersohor dari waktu ke waktu sehingga semakin banyak orang yang berdatangan untuk berguru dengannya. Sebagai seorang panutan yang memiliki ilmu tinggi, Ki Ageng Wonolelo banyak mewariskan berbagai peninggalan yang berupa tapak tilas dan pusaka dan benda keramat lainnya.

Source Upacara Adat Saparan Ki Ageng Wonolelo Sleman Jalan Jogja
Comments
Loading...