budayajawa.id

Tradisi Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak Sukoharjo

0 11

Tradisi Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak Sukoharjo

Memasuki hari terakhir bulan Sura sebagai salah satu bulan Jawa, pengelola makam Ki Ageng Balak di Desa Mertan, Kecamatan Bendosari, Kabupaten Sukoharjo kembali menggelar ritual tradisi Pulung Langse. Penyelenggaraan ritual tradisi Pulung Langse ini diselenggarakan pada Minggu di sungai Ranjing yang mengalir didekat kompleks makam Ki Ageng Balak.

Ratusan orang dari berbagai daerah berkumpul di sekitar makam Ki Ageng pada Minggu pagi itu. Warga berkumpul tidak hanya untuk melihat upacara tradisi Pulung Langse. Namun juga ingin ngalap berkah dengan cara meminta potongan kain kelambu makam Ki Ageng Balak. Upacara ritual Pulung Langse adalah upacara pergantian langse atau kelambu yang menutupi makam Ki Ageng Balak.

Ritual Pulung Langse menjadi kegiatan rutin tahunan yang dilaksanakan pengelola makam Ki Ageng  Balak bekerjasama dengan Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata Dan Kebudayaan (POPK) Sukoharjo. Upacara ritual Pulung Langse dimulai sekitar pukul 06.00 WIB. Diawali dengan pembukaan kelambu lama oleh juru kunci makam. Kelambu lama itu kemudian dibawa ke sungai Ranjing.

Pada saat prosesi membawa langse ke sungai Ranjing ini, disepanjang jalan dari pertigaan jalan menuju Balakan sampai dengan Bangsal Makam dimeriahkan oleh kelompok seni tayub, jathilan.

Kemudian dilakukan proses pencucian terhadap langse tersebut lalu dikeringkan. Proses selanjutnya, pemasangan langse baru pada makam Ki Ageng Balak. Pemasangan langse baru tersebut diiringi kirab gunungan berisi hasil bumi mengelilingi bangsal Kyai Balak. Setelah itu, gunungan tersebut dibagikan kepada warga yang menyaksikan prosesi ritual Pulung Langse.

Sementara itu, langse atau kelambu lama yang sudah kering kemudian digunting dalam ukuran yang kecil-kecil dan dibagikan pada warga yang menginginkannya. Menurut sebagian warga yang mengikuti upacara ritual Pulung Langse ini, mereka ingin ngalap berkah dengan meminta potongan kain kelambu tersebut karena percaya potongan-potongan kain kelambu tersebut membawa kebaikan.

Selama ini, makam Kyai Balak di Balakan, Desa Mertan,  Kecamatan Bendosari menjadi salah satu tempat tujuan wisata ritual di Sukoharjo. Setiap malam Jum’at, makam Kyai Balak cukup banyak dikunjungi warga masyarakat dari berbagai daerah. Pada saat bulan Sura, makin banyak warga dari berbagai daerah yang mengunjungi dan ngalap berkah ke makam Kyai Balak.

Source Tradisi Pulung Langse di Makam Ki Ageng Balak Sukoharjo Kembali digelar, Upacara ritual Pulung Langse di Balakan
Comments
Loading...