budayajawa.id

Tradisi Ngunjung di Kabupaten Indramayu

0 19

Adat istiadat, tradisi atau kebiasaan masyarakat sejak dulu hingga sekarang ada yang masih lestari ada juga yang sudah punah. Begitu juga dengan tradisi-tradisi yang ada di Indramayu. Sebagian sudah punah tetapi ada juga yang masih tetap bertahan hingga kini. Dari sekian banyak tradisi-tradisi yang sering dilakukan oleh leluhur kita dulu, sampai sekarang masih ada yang tetap terjaga dan dilestarikan. Ada yang masih sejalan dengan maksud dan tujuan leluhur kita dulu.

Tradisi ini merupakan syukuran sekaligus prosesi berdoa, dengan mengunjungi makam keramat, leluhur, serta tokoh agama. Tujuannya dengan maksud memohon keselamatan. Biasanya tradisi Ngunjung ini dilaksanakan pada bulan Syuro atau Maulud. Ngunjung atau ziarah kubur ini sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh-tokoh yang terdahulu, dengan segala jasa yang telah diberikanya kepada masyarakat semasa hidupnya.

Sebenarnya Ngunjung ini selain syukuran dan berdoa, juga sebagai proses pembelajaran bagi para generasi muda untuk selalu mengingat jasa-jasa leluhurnya. Prosesi tradisi Ngunjung ini biasanya juga dimeriahkan dengan tari-tarian, terutama kesenian Wayang Cepak. Ngunjung ini pun dihadiri oleh seluruh masyarakat, pemerintah setempat, serta pemangku agama setempat.

Sedangkan Ngunjung Sirung secara etimologi bermakna “menyambut dengan hormat tunas baru”. Perayaan “ngunjung” merupakan sebuah tradisi penanaman padi yang pertama. Upacara ini berasal dari Indramayu, Majalengka dan Cirebon. Tradisi “Ngunjung” biasa dilaksanakan pada bulan September (musim tanam) dan dimeriahkan dengan berbagai kesenian khas daerah-daerah tersebut. Sedangkan kata “sirung” kami maknai sebagai generasi-generasi pewaris budaya. Dengan demikian, “Ngunjung Sirung” adalah sebuah upaya revilatiliasai budaya, yaitu revitalisasi tradisi “ngunjung” untuk proses regenerasi.

Source Tradisi-Tradisi Tempo Dulu Yang Masih Lestari Di Indramayu Ngunjung
Comments
Loading...