budayajawa.id

Tradisi Mapag Tamba Indramayu

0 18

Indramayu juga memiliki tradisi untuk mengusir penyakit, terutama di daerah Cikedung Lor, yang biasanya disebut dengan Mapag Tamba. Tradisi ini merupakan ritual selama 40 hari setelah masa tanam padi. Di daerah lain, Mapag Tamba ini sering disebut Tolak Bala. Pada prosesi Mapag Tamba ini dilakukan dengan cara membawa air tambak ke dalam batang bambu yang berasal dari sesepuh setempat. Mapag Tamba ini kabarnya sudah ada sejak ratusan silam, dan sampai sekarang masih bertahan.

Air dalam batang bambu itu biasanya dibawa oleh pamong desa (wadyabala nibakena tamba), yang dibagi beberapa kelompok. Tugas pamong desa ini menguncurkan air suci sepanjang garis perbatasan desa. Para pamong ini biasanya mengenakan pakaian serba putih, dan tidak boleh bicara apapun selama prosesi ritual berlangsung. Tujuan Mapag Tamba ini sebenarnya menyangkut hajat orang banyak, yaitu ucapan syukur, sekaligus memohon doa keselamatan bagi warga, termasuk untuk tanaman padi para petani jauh dari hama dan bencana, supaya pertaniannya berhasil.

Tradisi ini secara turun-temurun dari dulu hingga sekarang masih dilaksanakan. Saat ini susah dihilangkan namun seterusnya tergantung generasi muda yang akan menjaga kelestariannya atau tidak. Selain Mapag Tamba, tradisi adat di sini yang masih bertahan ada Mapag Sri, Sedekah Bumi, dan Munjungan. Selama ini belum ada pihak ulama yang melarang adanya tradisi Mapag Tamba.

Source TRADISI MAPAG TAMBA DESA KIAJARAN WETAN Desa Kiajaran Wetan Laksanakan Tradisi Mapag Tamba
Comments
Loading...