budayajawa.id

Tradisi Bersih Desa Krisik Blitar

0 4

Tradisi Bersih Desa Krisik Blitar

Bersih Desa didefinisikan dalam bahasa Jawa “Karamean sing dibarengi slametan lan dedongan ing padesan saben taun kang lumrahe gegayutan karohmatan ing desa utawa mbeneri dina adeging desa” merupakan sebuah Tradisi tahunan Masyarakat Desa Krisik sebagai bentuk dari instropeksi diri sekaligus bersih-bersih desanya dan membersihkan Petilasan Cikal Bakal, Akal Bakal serta Pepunden Desa disamping itu dilakukan juga kenduri atau selamatan disertai lantunan do’a-do’a yang dipanjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk memohon keselamatan lahir batin dan semua yang baik-baik untuk diri sendiri, keluarga dan Desa Krisik.

Kegiatan Bersih Desa selalu ditandai dengan Ruwatan Murwakala, “luwar saka ing panênung karuwêtan bêbadan lan saka paukuman kang ala” merupakan merupakan pelestarian nilai-nilai budaya warisan leluhur yang adiluhung, penuh dengan simbul makna dan hikmah kebaikan dengan tata cara seperti yang telah diajarkan oleh para Sesepuh dan Aji Sepuh Pendahulu Desa Krisik.

Bersih Desa juga bisa dimaknai sebagai wujud dari Rasa hormat seluruh Perangkat Desa dan Jajaran yang ada dibawahnya serta seluruh masyarakat Desa Krisik pada umumnya, khususnya Masyarakat terhadap Cikal Bakal atau Akal Bakal Desa Krisik. Cikal Bakal atau Akal Bakal adalah seseorang yang telah berfikir dan bertindak untuk mengawali kehidupan di Desa Krisik, melalui Proses Babad Desa atau pembukaan pemukiman baru.

Dalam Bersih Desa, selalu diadakan selamatan atau Kenduri di Pundhen, yaitu papan panggonan kang dipundi-pundi (dihormati) yang menjadi punjer (pusat) dimana Cikal Bakal atau Akal Bakal biasa melakukan ritual memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pundhen ini juga bisa disebut sebagai sadranan dan kegiatan kendurinya disebut Nyadran. Kegiatan Kenduri atau Nyadran ini sebenarnya merupakan kegiatan berdo’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar Arwah Nenek Moyang dan Para Leluhur diampuni dosanya.

Bagi masyarakat Desa Krisik, kegiatan Bersih Desa ini merupakan sebuah tradisi yang sudah melegenda yang sangat banyak dihadiri oleh Masyarakat desa Krisik maupun orang dari lain Desa Krisik untuk menyaksikan seluruh rangkaian Kegiatan Bersih Desa khususnya kegiatan Parade Budaya dan kirab Jolen yang berisikan ubo rampen untuk selamatan atau kenduri menuju Pundhen. Walaupun kegiatan ini banyak menghabiskan dana, tetapi masyarakat dengan senang hati berpartisipasi dalam penggalangan dana dan juga ikut serta didalam dalam kegiatan Bersih Desa.

Maksud diadakannya kegiatan Bersih Desa adalah sebagai perwujudan dari Rasa Syukur Pemerintah Desa Krisik beserta jajarannya serta seluruh masyarakat Desa Krisik kepada Tuhan Yang Maha Esa atas semua Rahmat, Keselamatan dan Rezeki yang telah dilimpahkan.

Maksud lainya adalah sebagai wujud penghormatan terhadap Cikal Bakal dan Akal Bakal, Para Pinisepuh, Aji Sepuh Pendahulu Desa, yang telah berjasa dalam babad desa hingga Desa Krisik dapat dihuni dan dapat dijadikan lahan pertanian yang subur dengan memanjatkan do’a kepada Tuhan Yang Maha Esa agar diampuni semua dosanya dan diberikan pahala sesuai dengan amal dan baktinya terhadap Desa Krisik.

Source https://desakrisik.wordpress.com https://desakrisik.wordpress.com/2012/10/08/bersih-desa/
Comments
Loading...