budayajawa.id

Tingkat Tutur Bahasa Jawa

0 44

Tingkat Tutur Bahasa Jawa

Pada masyarakat Jawa tidak terlepas dari unggah-ungguh atau tingkat tutur, suba sita atau kesantunan dan trap silo uda negara atau kepangkatan. Tingkat tutur atau speech levels merupakan variasi berbahasa yang perbedaan-perbedaannya ditentukan oleh anggapan penutur  tentang relasinya terhadap orang yang diajak berbicara.

Relasi tersebut dapat bersifat akrab, sedang berjarak, menarik, mendatar dan menurun (Soepomo Pudjosoedarmo, 1979 : 3).  Bahasa Jawa mengenal adanya tingkat tutur (speech levels) atau undha-usuk yang cukup canggih dan rapi yaitu;

-ngoko lugu,

-ngoko andhap,

-antya basa,

-basa antya,

-wredha krama,

-mudha krama,

-kramantara,

-madya ngoko,

-madya krama,

-madyantara,

-krama inggil, dan krama desa.

Selain itu, masih ada juga basa kedhaton dan basa bagongan.  Pendapat mengenai tingkat tutur tersebut dikemukakan oleh Soepomo Pudjosoedarmo (1973:13). Selanjutnya, tingkat tutur tersebut dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

– Bahasa krama,

-bahasa madya 

-bahasa ngoko dengan masing-masing sub-tingkat. 

Penggunaan bahasa itu di tentukan dengan siapa kita berbicara, bila dengan orang tua biasanya kita harus menggunakan bahasa yang sangat santun yaitu dengan bahasa krama alus. Sebab bahasa yang kita gunakan itu juga bisa mempengaruhi pikiran tentang penilaian terhadap kita. Dapat disimpulkan penggunaan tingkatan bahasa dalam masyarakat Jawa sangat penting.

Source Tingkat Tutur Bahasa Jawa situs sutresno jawa

Leave A Reply

Your email address will not be published.