budayajawa.id

Tari Orek-Orek Ngawi

0 2

Tari Orek-Orek Ngawi

Tari yang tergolong Tari Rakyat ini memang tidak banyak dikenal diberbagai daerah. Namun di Daerah ngawi tari Rakyat ini sangat terkenal. Kita tahu bahwa pembagian tari menurut fungsinya dibagi menjadi tiga yaitu tari Upacara, Tari Pergaulan, dan Tari Pertunjukan. Untuk Upacara adat yang biasa dilaksanakan oleh kaum bangsawan atau kerajaan. Untuk Tari Orek-Orek termasuk ke dalam golongan tari pergaulan karena semata-mata hanya untuk hiburan. Namun sekarang Tari Orek-Orek sudah menjadi tari pertunjukan karena memiliki tujuan bisa dikenang dan dikenal kembali oleh seluruh masyarakat yang menyaksikannya. Tari mempunyai periodesasi berdasarkan struktur atau corak masyarakat Indonesia yang menjadi pendukung tari-tarian Indonesia sejak masa prasejarah sampai sekarang.


Periodesasi tentang tari di Indonesia adalah sebagai berikut:

  1. Zaman masyarakat Primitif (20.000 S.M – 400 M)
  2. Zaman masyarakat Feodal ( 400 M. – 1945)
  3. Zaman masyarakat Modern (sejak 1945) (Soedarsono,1972: 13-14).

Berdasarkan periodesasi tari yang diungkapkan oleh Soedarsono menunjukkan bahwa tari Orek-orek merupakan salah satu tari yang lahir pada awal zaman masyarakat modern yaitu setelah tahun 1945.

Tari Orek-orek sebenarnya berasal dari Jawa Tengah, kemudian digarap dan dikembangkan di Kabupaten Ngawi. Tari Orek-orek menjadi tarian khas Kabupaten Ngawi yang ditarikan berpasangan laki-laki dan perempuan. Tari Orek–orek termasuk salah satu kesenian tradisional berupa tari kerakyatan yang merupakan perpaduan antara gerak tari dan nyanyian yang diiringi alat musik gamelan. Tanpa adanya musik pengiring, maka tarian Rakyat ini kurang semarak disajikan.

Tari Orek-orek berfungsi sebagai Tari Hiburan atau Tari Pergaulan, yaitu menggambarkan masyarakat yang selepas kerja, bergotong royong, melakukan tarian gembira untuk melepaskan rasa lelah dan kepenatan. Gerak tari Orek-orek sederhana, diulang-ulang, dan monoton, namun tetap diminati dan masih eksis sampai sekarang, Tentunya perlu dilestarikan.

Source Tari Orek-Orek Ngawi Ravindra Blog Perpustakaan Online

Leave A Reply

Your email address will not be published.