budayajawa.id

Sembilan Fungsi dan Peranan Keris Dalam Masyarakat Jawa

0 31

Keris sebagai salah satu warisan peninggalan manusia non bendawi dunia sehingga perlu adanya penekanan kembali akan nilai-nilai dan perananya dalam masyarakat yang pernah terkandung dalam keris sehingga tidak akan salah dalam memahami dan mendudukkan keris.Pada saat ini ada kalanya keris hanya di pahami dan dilihat pada nilai-nilai tertentu sahaja sehingga mengkaburkan nilai-nilai yang lebih mendasar dari keris itu sendiri. Pada mulanya merupakan senjata penusuk jarak dekat, yang di pakai oleh suku-suku bangsa di Asia Tenggara, keris dalam perkembangannya memiliki nilai dan peranan dalam masyarakat yang semakin luas.

Keris memiliki bentuk dasar sebagai senjata yang secara balistik tepat sebagai senjata penusuk jarak dekat yang efektif dalam pertarungan jarak dekat (infighting) dalam perang atau perkelahian satu-lawan satu secara tersembunyi maupun berhadapan muka (perang campuh). Namum dalam perkembangannya keris mengalami pengembangan fungsi dalam konteks sistem budaya baru masyarakatnya. Peran sosial dalam konteks sistem budaya pada akhirnya lebih dominan dibandingkan dengan fungsi teknisnya sebagai senjata tikam.

Perkembangan fungsi keris diantaranya meliputi :

1. Spriritual-Religius, keris pada mulanya merupakan sebuah sarana sesaji.

Keris merupakan perlambang dan memiliki muatan-muatan religius yang dapat di lihat dari bentuk dapur (tiap-tiap rincikan) dan pamornya. Keris di anggap sebagai pertemuan antara sang guru bakal (pasir bsi dari bumi) dan guru dadi (batu meteor yang jatuh dari langit) sehingga merupakan satu konp yang mendasar dari bersatunya hamba dan Tuhannya (curigo manjing waronko jumbuhing kawula lan gusti) sebagai sarana sesaji hingga saat ini masih dapat di lihat pada upacara-upacara keagamaan di Jawa dan Bali.

2. Psikologis, keris memiliki kekuatan motivasi yang mempengaruhi perilaku.

Keris merupakan sebuah aturan/norma/angger-angger yang tervisual, sehingga keris mampu mempengaruhi prilaku pemiliknya. Seseorang menjadi pemberani karena memiliki Keris Pasopati misalnya dalam Babad Tanah Jawi di ceritakan keberanian arya penangsang dengan keris Setan Kober nya.

3. Politics, memiliki peranan dalam percaturan politik kerajaan-kerajaan di Nusantara.

Sumber-sumber sejarah banyak menceritakan peranan keris dalam politis kerajaan di tanah jawa,misalnya PakuBuwono 2 sesudah perjanjian Giyanti th 1756 memberikan keris Kyai Kopek pada Mangkubumi untuk mengakui kedaulatan Kasultanan Yogyakarta, salah satu syarat Mangkunegoro menjadi raja di mangkunagaran tidak memperbolehkan membuat senjata atau memiliki empu keris.

4. Status Sosial, keris mewakili kedudukan dan status personal dalam masyarakat.

Keris merupakan salah satu sarana menentukan strata sosial dalam masyaraka hal ini dapat dilihat dari pemakaian/kepemilikan keris tertentu misalnya dapur Kebo Lajer untuk petani, dapur Pasopati untuk prajurit, dapur Sangkelat untuk bangsawan/raja…

5. Media Komunikasi, keris mampu membawa muatan pesan yang dapat ditangkap isinya dalam sistem budaya masyarakat jawa.

Mengenakan keris dengan gaya tertentu dapat dilihat niatnya, misalnya mengenakan keris dengan di ‘semungkep’ bererti untuk melayat, mengenakan dengan cara ‘nyote’ bererti akan berperang.

6. Magic / Mistik, kekuatan mistik masih diyakini oleh sebagian masyarakat.

Keris di nusantara terutama di Jawa di yakini memiliki kekuatan mistik, sumber-sumber sejarah menuliskan kehebatan keris Kyai Ginje, kehebatan keris Kyai Sangkelat, dll.

7. Aesthetic & Arstistik, keris menjadi medium ekspresi kesenian

Keris di ciptakan atas dasar kaedah-kaedah keindahan di mana sang empu berekspresi melalui dapur dan pamornya.

8. Commodity ekonomi, keris diproduksi dan diperjualbelikan dari dulu hingga sekarang.

9. Pelengkap Busana, keris bagian acessories busana tradisi.

Pengembangan fungsi dan peranan keris diatas diimbangi pula dengan pengembangan teknik-teknik yang mendukung ketercapaian nilai dan fungsi yang dituju, sehingga memperkaya pula khasanah teknologi keris.
——————————————
Tulisan: Edy Jogatama (kerisology)

Source Keris Info
Comments
Loading...