budayajawa.id

“Sekilas Riwayat Sunan Prawoto” Mengatasi Perebutan Tahta Demak

0 10
Image result for sunan prawotoSiapa Sebenarnya Sunan Parwoto?
Sunan Prawoto atau yang juga disebut dengan nama Raden Haryo Bagus Mu’min adalah seseorang tokoh yang pernah ikut andil dalam mengembangkan Islam di kerajaan Demak Bintoro dan Beliau bercita-cita luhur untuk mengislamkan Nusantara, setelah beliau belajar tentang Islam pada Wali-wali yang ada ditanah jawa. Beliau lebih suka belajar tentang Islam dari pada belajar tentang Politik Pemerintah. Walaupun Putra dari kesultanan Raden Haryo Bagus Mu’min lebih tertarik untuk belajar ilmu Syari’at Islam sebagai tujuan hidupnya. Beliau belajar ilmu Syariat dengan para Wali di Tanah Jawa oleh para gurunya kemudian beliau diperintahkan untuk menyebarkan ajaran Islam di Daerah Prawoto yang waktu itu masyarakatnya banyak yang memeluk Agama Hindhu/Budha. Raden Haryo Bagus Mu’min dengan begitu gigihnya berhasil membujuk masyarakat Prawoto untuk memeluk Agama Islam, tapi tidak lama kemudian disusul wafatnya Sultan Trenggono. Dengan wafat Sultan Trenggono pada tahun 1546 M, maka Raden Haryo Bagus Mu’min diangkat sebagai Sultan di Kerajaan Demak Bintoro ya Ke 4.
Sunan Prawoto Mengatasi Perebutan Tahta Demak
Selama Masa pemerintahan Sunan Prawoto, pergolakan politik semakin memprihatinkan, sejarah demak tercoreng oleh perebutan tahta kekuasaan, dan saling fitnah antar keluarga. Sunan Prawoto terfitnah membunuh pangeran Seda Lapen ayah Aryo Penangsang. Aryo Penangsang terfitnah membunuh Pangeran Hadirin suami dari Ratu Kali Nyamat. Ada yang berpendapat yang membunuh Hadirin, adalah Dadung Awuk sahabat Jaka Tingkir. Sebenarnya kemelut perbuatan tahta dapat diatasi oleh Sunan Prawoto pada waktu itu. Sunan Prawoto yang lebih mengutamakan keistimewaan rohaninya dan tidak tidak cinta dunia apa lagi gila tahta, dan juga benar-benar seorang pewaris Trah tingkat tinggi Raja Bintoro Demak yang merupakan satu-satunya jaminan untuk mengembalikan ketertiban kemelut Politik kasultanan Demak dalam batas tertentu.
Dapat diduga, saat itu Sunan Prawoto banyak mendapat dukungan dan bantuan dari rakyat, umat Islam umumnya dan Alim Ulama serta para Wali Di Masjid Agung Demak Bintoro, Pangeran Ratu atau Sunan Prawoto dengan bijaksanaya, mengumpulkan Pejabat-pejabat tinggi Kasultanan Demak, dan Trah keluarganya serta para Wali. Dalam pertemuan Agung itu Beliau berencana mengundurkan diri dari menjadi Sultan Demak yang ke-4. Beliau akan kembali ke gunung Prawoto untuk meningkatkan diri pada tuhan dan memperdalam ajaran islam. Dan untuk tahta kerajaan Demak, akan diserahkan kepada pewaris Tahta yang disepakati oleh Hadirin untuk menjadi Sultan berikutnya. Ternyata para hadirin sebagian besar tetap mengharapkan Sunan Prawoto tetap menjadi Sultan Demak, dan mereka akan turut mendukung  dengan ikhlas upaya Sunan Prawoto mengatasi kemelut politik pada saat itu. Dan mereka yakin Sunan Prawoto bukan pembunuh Pangeran Seda Lapen ayah Aryo Penagsang.
Sunan Prawoto semula lebih fokus pada pendalaman ilmu islam, karena amanat Sunan Demak IV yang dipikulnya, Beliau mulai mendalami ilmu ketatanegaraan dan politik, dengan niat ibadah menjadi khalifah fil ardhi / Sultan Demak. Sunan Prawoto mulai mempelajari kemajuan politik di negara-negara Eropa. Dan pada tahun 1547 mengadakan persahabatan dengan Sultan Sulaiman 1 yang telah mengkonsoldasikan posisinya di tlatah-tlatah Hungaria dengan mengadakan perjanjian dengan Kaesar Karel V. Sultan Sulaiman 1 merupakan seorang pahlawan Agama Islam. Beliau yang banyak memperkenalkan pada Sunan Prawoto mengenai perkembangan eropa dan dakwah islam. Sultan Demak Bintoro IV yakin Sunan Prawoto, menyadari pengusasa berhak penuh atas daerah-daerah yang dibawah kekuasaan Kasultanan Demak dan sebagai pelindung Agama Islam. Sunan Prawoto ibarat makan buah simalakama. Beliau mengetahui beberapa kekuasaan wilayah dibawah pemerintahannya, sebenarnya sudah banyak yang beralih  ketangan orang lain dan ada yang sengaja melepaskan diri menjadi kerajaan kecil, misalnya kekuasaan Raja-raja Islam di cirebon dan Banten dan Surabaya dan Gresik-Giri dimulai pada pertengahan abad ke-16.
Sunan Prawoto diharuskan tegas untuk memilih sebuah pilihan , yaitu antara :
  1. Menggunakan kekuatan senjata untuk memaksa wilayah itu kembali dalam kekuasaan Kasultanan   Demak atau
  2. Membiarkan wilayah itu banyak berjasa dalam syiar Agama Islam. Kalau terjadi peperangan  , yang korban adalah orang muslim sendiri.

Agaknya Sunan Prawoto tidak kuasa mengbah situasi berjalan apa adanya, yang penting agama islam tetap berkembang syiarnya. Beliau lebih mengutamakan syiar Agama Islam dari pada perluasan kekuasaan. Tekad Sunan Prawoto yakni tidak bisa membiarkan muslim saling bunuh akibat suatu perebutan kekuasaan. Akibatnya, ada yang kurang senang dengan kebijakan Sunan Prawoto itu, Sehingga mereka yang tidak senang, membuat kelompok dan upaya untuk makar menggulingkan pemerintaha Sunan Prawoto, dengan dalih ingin mengembalikan kejayaan kasultanan Demak seperti dijaman keemasan Sultan Trenggono.

Sekilas Riwayat Hidup Sunan Prawoto
  1. Sunan Prawoto adalah putera Sultan Trenggono (Sultan Demak Ke-III masa pemerintahan tahun 1521-1546 )
  2. Isteri Sultan Trenggono adalah Kanjeng Pambayon (Puteri Sunan Kalijaga atau Raden Syahid)
  3. Sunan Perwoto adalah cucu Sultan Fatah yang awalnya bernama Raden Hasan/Raden Perobo adalah anak   ke-13 dari Brawijaya ke V dan menjadi Sultan Demak yang Pertama dengan gelar Kanjeng Sultan Abdul Fattah Al Akbar Sayyidin Panotogomo
  4. Sunan Prawoto juga cucunya Sunan Kalijaga (Raden Syahid)
  5. Sunan Prawoto sebagai cucunya Sultan Demak Bintoro yang ke IV wafat pada tahun 1549 Masehi. Sunan Prawoto wafat di sebuah gunung yang kemudian gunung itu dikenal sebagai gunung Prawoto. Jenazahnya kemudian dimakamkan atas pilihanya sendiri yaitu di bukit Sukodono di Gunung Prawoto (pegunungan Kendeng/pegunungan Kapur Utara) yang lebih dikenal sebutan bukit Kamdowo.
Source "Sekilas Riwayat Sunan Prawoto" Mengatasi Perebutan Tahta Demak "Sekilas Riwayat Sunan Prawoto" Mengatasi Perebutan Tahta Demak "Sekilas Riwayat Sunan Prawoto" Mengatasi Perebutan Tahta Demak

Leave A Reply

Your email address will not be published.