budayajawa.id

Rias Pengantin Solo Putri

0 29

Rias Pengantin Solo Putri

Surakarta memiliki ciri khas tersendiri dalam tata rias pengantin jawa. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh keberadaan Keraton di Surakarta, baik Keraton Kasunanan maupun Pura Mangkunegaran yang keduanya sejak dulu menjadi pusat kebudayaan Jawa. Ada banyak gaya busana dan tata rias pengantin Jawa gaya Surakarta, misalnya gaya pengantin Solo Putri, Pengantin Solo Basahan, Sikep Ageng, pengantin Solo Kasatriyan, Solo Sawitan, Solo Langenharjan dan Solo Takwo. Namun pada umumnya masyarakat mengenal tata rias pengantin Jawa gaya Surakarta hanya dua jenis, yaitu gaya Pengantin Solo Putri dan Pengantin Solo Basahan. Kedua gaya tersebut biasanya juga dimodifikasi sesuai perkembangan mode gaun pengantin saat ini.

Tata rias pengantin Solo putri merupakan salah satu model pengantin Jawa gaya Surakarta yang paling populer di masyarakat Solo dan sekitarnya. Gaya rias pengantin ini hingga kini masih tetap lestari tak hanya di Surakarta saja namun hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah. Ciri khas utama dari pengantin Solo Putri terletak pada busananya yang mengenakan kebaya panjang terbuat dari kain beludru dengan motif merak. Warna dari kebaya ini pada umumnya hitam dengan hiasan motif daun berwarna emas. Untuk busana pengantin bawahan biasanya menggunakan kain batik bermotif Sidomukti maupun Sidoasih. Untuk alas kaki kedua mempelai biasanya menggunakan selop atau sendal namun ujungnya tertutup seperti sepatu.

Riasan wajah pada pengantin Solo Putri sering kali menggunakan alas bedak berwarna kekuningan dipadu dengan eye shadow hijau dan cokelat dan bentuk alis mangot. Di bagian kening pengantin putri dihias dengan paes warna hitam pekat, bibir memakai lipstik dengan warna merah-oranye sehingga selaras dengan warna bedak di wajah. Sedangkan untuk bagian kepala pengantin puteri, rambut disanggul dengan model sanggul bangun tulak dari pandan yang dilengkapi dengan 7 cunduk mentul, sunggaran tanjungan, centhung dan cunduk jungkat dan lungsen. Untuk pengantin pria bagian kepala memakai mahkota yang memiliki warna selaras denga pakaian yang dikenakan.

Beberapa aksesoris yang dikenakan pengantin diantaranya adalah kalung warna emas, suweng ronyok, tiga buah bross sunggun, gelang tretes, cincin ulun-ulun. Selain itu untuk pengantin putri juga memakai roncean melati bangun tulak, sisir, tiba dada bawang sebungkul, dan sintingan usus-ususan.

Source http://kesolo.com http://kesolo.com/tata-rias-pengantin-jawa-gaya-surakarta/
Comments
Loading...