budayajawa.id

Rias Pengantin Solo Basahan

0 58

Rias Pengantin Solo Basahan

Surakarta memiliki ciri khas tersendiri dalam tata rias pengantin jawa. Hal ini tidak terlepas dari pengaruh keberadaan Keraton di Surakarta, baik Keraton Kasunanan maupun Pura Mangkunegaran yang keduanya sejak dulu menjadi pusat kebudayaan Jawa. Ada banyak gaya busana dan tata rias pengantin Jawa gaya Surakarta, misalnya gaya pengantin Solo Putri, Pengantin Solo Basahan, Sikep Ageng, pengantin Solo Kasatriyan, Solo Sawitan, Solo Langenharjan dan Solo Takwo. Namun pada umumnya masyarakat mengenal tata rias pengantin Jawa gaya Surakarta hanya dua jenis, yaitu gaya Pengantin Solo Putri dan Pengantin Solo Basahan. Kedua gaya tersebut biasanya juga dimodifikasi sesuai perkembangan mode gaun pengantin saat ini.

Berbeda dengan rias pengantin Solo Putri, model rias pengantin Solo Basahan memiliki ciri khas berupa busana yang menggunakan kain dan kampuh gadhung melathi motif alas-alasan, motif blumbangan, pending januran serta penggunaan selendang udet cinde motif cakar. Kain dililitkan ke bagian tubuh mempelai sehinga pundak kedua pengantin dapat terlihat. Ciri khas dari pengantin Solo Basahan juga terelihat dari tata rias wajahnya, terutama pada hiasan alis yang dibentuk seperti tanduk kijang, riasan alis ini biasa disebut dengan Alis Menjangan Mrangah yang memiliki makna keindahan dan bersemangat.

Paes bagian dahi pada rias pengantin Solo Basahan terdiri dari bentuk gajahan yang terletak di tengah dahi, dua pengapit, dua penitis dan dua godheg.  Berbeda dengan pengantin Solo Putri yang berwarna hitam, pada rias pengantin Solo Basahan paes berwarna hijau yang bermakna kesuburan dan selalu berpikir positif. Sedangkan untuk penataan rambut, pengantin putri memakai sanggul bokor mengkurep yang dihiasi dengan 9 cunduk mentul, sunggaran yang terdapat di sebelah kanan dan kiri dahi, sempyok garuda mungkur, cunduk jungkit dan centung.

Untuk rias pengantin Solo Basahan, terdapat tiga roncean melati yang dikenakan pengantin putri, yakni rajut melati motif truntum yang dipasang pada sanggul, tiba dada pager timun, dan sisir atau keketan. Selain roncean melati, pada rias pengantin Solo Basahan juga terdapat roncean bungan dan dedaunan yang disebut Buntal udan emas. Roncean ini terdiri dari daun kerokot, daun pupus pisang, daun beringin, daun pandan, daun pandan, bunga keningkir, bunga melati dan bunga kantil.

Source http://kesolo.com http://kesolo.com/tata-rias-pengantin-jawa-gaya-surakarta/
Comments
Loading...