budayajawa.id

Pusaka Keraton Yogyakarta: Regalia Naga

0 11

Pusaka Keraton Yogyakarta: Regalia Naga

Di lingkungan Keraton Yogyakarta dikenal adanya beberapa jenis pusaka, diantaranya seperti tombak, keris, regalia, ampilan, panji-panji, gamelan, dan juga kereta. Pusaka-pusaka yang disebut sebagai Kagungan Dalem itu biasanya memiliki nama, dan memiliki gelar kehormatan, seperti Kanjeng Kiai, atau Kanjeng Nyai, bahkan nama Kanjeng Kiai Ageng untuk pusaka yang dipercaya memiliki kekuatan magis yang paling besar.

Pusaka keraton dipercaya bersifat sakral, dan juga memiliki kekuatan supranatural. Sebagian dari pusaka keraton diwariskan secara turun temurun, bahkan ada juga yang berasal dari Keraton Demak. Pusaka juga bisa berfungsi sebagai sarana pendukung dalam upacara tradisi kerajaan atau penguasa. Benda-benda pusaka tersebut biasanya akan dibersihkan secara intensif sekali dalam setahun, yakni pada bulan Sura didalam kalender Jawa. Terdapat pusaka yang dibersihkan hanya oleh sultan sendiri dengan cara mengambil tempat di keraton pada bagian dalam.

Pusaka regalia disebut dengan kanjeng kiai upacara yang terdiri atas banyak (angsa) melambangkan sebuah kejujuran dan kewaspadaan, dhalang (kijang) melambangkan sebuah kecerdasan dan ketangkasan, sawung (ayam jantan) melambangkan sebuah kejantanan dan tanggung jawab, galing (merak) melambangkan sebuah keagungan dan keindahan, hardawalika (naga) melambangkan sebuah kekuatan, kutuk (kotak uang) melambangkan sebuah kedermawanan, kacu mas (kotak tempat sapu tangan) melambangkan sebuah kemurnian, kandhil (lampu minyak) melambangkan sebuah pencerahan, cepuri (tempat sirih pinang), wadah ses (tempat rokok), kecohan (tempat ludah). Tiga benda terakhir tersebut melambangkan proses dalam pengambilan keputusan. Kanjeng Kiai Upacara yang dibuat dari emas ini jika dipakai untuk mengiringi sultan didalam upacara kerajaan dibawa oleh 10 orang perawan.

Source Pusaka Keraton Yogyakarta: Regalia Naga Kamerabudaya.com
Comments
Loading...