budayajawa.id

Prosesi Upacara Adat Mitoni di Desa Singopuran Kartasura

0 10

Prosesi Upacara Adat Mitoni di Desa Singopuran Kartasura

Dalam pelaksanaan upacara mitoni, ibu yang sedang hamil 7 bulan dimandikan dengan air kembang setaman, disertai do’a-do’a khusus.

Tata cara pelaksanaan upacara mitoni 

Siraman dilakukan oleh sesepuh sebanyak 7 orang. Bermakna mohon doa restu, supaya suci lahir dan batin. Setelah upacara siraman selesai, air kendi 7 mata air dipergunakan untuk mencuci muka, setelah air dalam kendi habis, kendi dipecah. Memasukkan telur ayam kampung ke dalam kain (sarung) calon ibu oleh suami melalui perut sampai pecah, hal ini merupakan simbul harapan supaya bayi lahir dengan lancar tanpa suatu halangan.

Berganti nyamping sebanyak 7 kali secara bergantian, disertai kain putih. Kain putih ini sebagai dasar pakaian pertama, yang melambankan bahwa bayi yang akan dilahirkan adalah suci, dan mendapatkan berkah dari Tuhan yang Maha Esa. Diiringi pertanyaan sudah “pantas apa belum”. Sampai ganti enam kali dijawab oleh ibu-ibu yang hadir “belum pantas”. Sampai yang terakhir ke-7 kali dengan ganti kain sederhana dijawab “pantas”.

Adapun nyamping yang dipakaikan secara urut  dan bergantian berjumlah 7 dan diakhiri dengan motif yang paling sederhana sebagai berikut

Sidoluhur

 Maknanya agar anak menjadi orang yang sopan dan berbudi pekerti luhur.

Sidomukti

Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang mukti wibawa yaitu berbahagia dan disegani karena kewibawaannya

Truntum

Maknanya agar keluhuran budi orang tuanya menurun pada sang bayi.

Wahyu tumurun

Maknanya agar bayi yang lahir menjadi orang yang senantiasa mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa dan selalu mendapat petunjuk dan perlindunganNya.

Udan riris

Maknanya agar anak dapat membuat situasi yang menyegarkan, enak dipandang, dan menyenagkan siapa saja yang bergaul dengannya.

Sido asih

Maknanya agar bayi yang akan lahir menjadi orang yang selalu dicintai dan dikasihi oleh sesame serta mempunyai sifat belas kasih.

Lasem sebagai kain

Bermotif garis vertical, bermakna semoga anak senantiasa bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Dringin sebagai kemben

Bermotif garis horizontal, bermakna semoga anak dapat bergaul, bermasyarakat, an berguna antar sesama. Mori dipakai sebagai busana dasar sebelum berganti-ganti nyamping, dengan maksud bahwa segala perilaku calon ibu senantiasa dilambari dengan hati yang bersih. Jika suatu saat keluarga tersebut bahagia sejahtera dengan berbagai fasilitas atau kekayaan atau memiliki kedudukan maka hatinya tetap bersih tidak sombong atau congkak, serta senantiasabertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa. Makna nyamping yang biasa dipakai secara berganti-ganti pada upacara adat mempunyai beberapa pilihan motif yang semuanya dimaknai secara baik

Pemutusan lawe atau janur kuning yang dilingkarkan diperut calon ibu, dilakukan calon ayah menggunakan keris brojol ysng ujungnya diberi rempah kunir, dengan maksud agar bayi dalam kandungan akan lahir dengan mudah. Calon nenek dari pihak calon ibu, menggendong kelapa gading dengan ditemani oleh ibu besan. Sebelumnya kelapa gading diteroboskan dari atas ke dalam kain yang dipakai calon ibu lewat perut, terus kebawah, diterima oleh calon nenek, maknanya agar bayi dapat lahir dengan mudah tanpa kesulitan. Calon ayah memecah kelapa, dengan memilih salah satu kelapa gading yang sudah digambari kamajaya dan kamaratih atau harjuna dan wara sembodro.

Upacara memilih nasi kuning yang diletakkan didalam takir sang suami. Setelah itu dilanjutkan dengan upacara jual dawet dan rujak, pembayaran dengan pecahan genting, yang dibentuk bulat, seolah-olah seperti uang logam. Hasil penjualan dikumpulkan dalam kuali yang terbuat dari tanah liat. Kwali yang berisi uang receh dipecah didepan pintu. Maknanya agar anak yang dilahirkan banyak mendapat rejeki, dapat menghidupi keluarganya dan banyak amal.

Hidangan sebagai ucapan syukur kepada Tuhan YME, yang disediakan dalam upacara Tingkeban antara lain :

  • Tujuh macam bubur, termasuk procot.
  • Tumpeng kuat, maknanya bayi yang akan dilahirkan nanti sehat dan kuat
  • Jajan pasar, syaratnya harus beli di pasar.
  • Rujak buah-buahan tujuh macam, dihidangkan sebaik-baiknya supaya rujaknya enak, bermakna ank yang dilahirkan menyenangkan dalam keluarga.
  • Dawet, supaya menyegarkan.
  • Waktu pelaksanaan antara pukul 09.00 sampai dengan 11.00 calon ibu mandi dan cuci rambut yang bersih, mencerminkan kemauan yang suci dan bersih.

Hari pelaksanaan biasanya hari rabu atau sabtu saat tanggal jawa yaitu 14 dan 15. Yang menyirami para ibu yang berjumlah 7 orang yang terdiri sesepuh dekat, upacara dipimpin oleh ibu yang berpengalaman.

Source Prosesi Upacara Adat Mitoni di Desa Singopuran Kartasura Lien's Berbagi
Comments
Loading...