budayajawa.id

Permainan Tradisional Anak Desa Durenan Magetan, Meluncur dengan Sumpring Bambu

0 4

Permainan Tradisional Meluncur dengan Sumpring Bambu

Banyak cara yang dilakukan oleh anak-anak untuk menunggu waktu berbuka puasa. Di Magetan, belasan anak desa bermain seluncur di jalan beraspal. Mereka memanfaatkan kulit batang bambu yang sudah kering (sumpring) sebagai papan seluncur. Anak-anak Desa Durenan, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur mempunyai cara unik untuk menuggu berbuka puasa atau ngabuburit, yakni dengan cara bermain seluncur sumpring.

Awalnya, mereka mencari kulit batang bambu (sumpring). Tidak sulit mendapatkan Sumpring, karena banyak pohon bambu yang tumbuh di sekitar rumah mereka. Biasanya, satu orang mengambil dua hingga tiga lembar Sumpring untuk antisipasi kalau sumpring mereka rusak saat dipakai. Setelah mendapatkan banyak sumpring, mereka terlebih dahulu membersihkan sumpring menggunakan daun. Hal ini dilakukan agar bulu-bulu yang ada dipermukaan sumpring bersih dan tidak menimbulkan gatal-gatal pada kulit.

Menurut Dicky Renaldi, pemain seluncur sumpring, mengatakan “Kami beramai-ramai menuju tempat seluncur atau jalan raya yang menurun agar bisa melaju kencang. Kami bermain permainan tradisional ini untuk menunggu berbuka puasa, biasanya kami berkompetisi adu kecepatan. Meskipun tidak ada hadiah, akan tetapi hal tersebut membuat permainan semakin seru.” Bagi Eka Wijayanti, warga setempat, permainan ini, juga menyedot warga desa untuk melihat permainan yang merupakan warisan budaya lokal Magetan. Permainan seluncur sumpring bambu merupakan permainan tradisional khas anak-anak warga Desa Durenan. Dulunya dilakukan di kebun yang curam, karena belum ada jalan aspal seperti sekarang.

Source Permainan Tradisional Anak Desa Durenan Magetan, Meluncur dengan Sumpring Bambu Pojokjitu.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.